Pesawat Lion Air yang Mendarat Darurat Bawa 206 Orang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Sriwijaya Air dan Lion air. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pesawat Sriwijaya Air dan Lion air. Dok. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air keberangkatan Jakarta menuju Jambi mendarat mendadak di Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang pada Minggu, 1 April 2018. Penyebabnya adalah terjadi penurunan tekanan udara di dalam kabin.

    Pesawat itu membawa 206 penumpang dan kru. "Penumpang dan kru dalam keadaan selamat," kata Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Senin, 2 April 2018.

    Awalnya, kata Danang, pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LFK itu mengalami gangguan teknis berupa menurunnya tekanan udara di dalam kabin pesawat. Dengan pertimbangan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang, pilot Arta Satria Negara memutuskan tidak melanjutkan perjalanan ke Jambi.

    Akhirnya pesawat itu mendarat di Bandara Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang. Penumpang dan kru dibawa menuju terminal. Mereka kembali berangkat ke Jambi menggunakan pesawat lain tipe Boeing 737-900ER registrasi PK-LGT.

    Baca jugaLion Air Group Mulai Operasikan Boeing 737 MAX 9 di Thailand

    Menurut Danang, beberapa penumpang meminta pengembalian uang (refund) setibanya di Jambi. Hal itu sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 89 Tahun 2015 Tentang Penanganan Keterlambatan Pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia.

    "Lion Air memberikan kompensasi kepada seluruh penumpang, yaitu minuman dan makanan serta nominal Rp 300 ribu," ujar Danang.

    Sebelumnya, pesawat berangkat dari Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 06.09 WIB. Namun di tengah perjalanan, pesawat mengalami kondisi tekanan udara rendah. Akibatnya, pesawat yang dijadwalkan tiba di Jambi pukul 07.01 WIB terpaksa mendarat darurat di bandara terdekat, yakni Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan.

    Hingga saat ini, pihak Lion Air belum mengetahui penyebab terjadinya penurunan tekanan udara dalam kabin. Meski begitu, menurut Danang, tidak ada letupan atau asap pada kabin pesawat.

    Lion Air bekerja sama dengan teknisi dan pihak terkait masih melakukan proses pengecekan. Pihak Lion Air meminta maaf kepada semua penumpang yang terdampak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.