Jumat, 19 Oktober 2018

Perry Warjiyo Pimpin Bank Indonesia, Ini Harapan Bos BRI

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan dengan sejumlah anggota Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 28 Maret 2018. Perry ditunjuk sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Calon Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan dengan sejumlah anggota Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 28 Maret 2018. Perry ditunjuk sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia oleh Presiden Joko Widodo menggantikan Agus DW Martowardojo yang berakhir masa jabatannya pada Mei 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Keputusan Komisi XI memilih Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) mendapat sambutan positif dari kalangan bankir, salah satunya bos PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. atau BRI.

    Direktur Utama Bank BRI Suprajarto menyatakan dirinya optimistis Bank Indonesia akan lebih baik di bawah kepemimpinan Perry. Namun, Suprajarto menggarisbawahi beberapa poin yang menjadi harapannya untuk kebijakan bank sentral ke depan.

    “Harapan saya bank sentral tetap menjaga kebijakan yang menciptakan stabilitas pasar sehingga volatilitas nilai tukar tidak terlalu tinggi dengan selalu hadir di market ketika permintaan meningkat,” katanya pada Sabtu, 31 Maret 2018.

    Baca juga: Perry Warjiyo Siapkan Rancangan Amandemen UU Bank Indonesia

    Selain itu, dia juga mendorong Perry untuk mempertahankan tingkat inflasi yang sudah relatif baik sehingga tingkat suku bunga riil dan likuiditas tetap terjaga.

    Dua ekspektasi lain yang disampaikan Suprajarto, yakni dukungan BI bagi industri perbankan, seperti pertumbuhan kredit dan perkembangan persaingan industri.

    “Kebijakan yang dapat mendorong pertumbuhan kredit agar mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti relaksasi loan to value (LTV) untuk KPR (kredit pemilikan rumah), relaksasi GWM (Giro Wajib Minimum) Averaging untuk likuditas, tentunya disesuaikan dengan kondisi makro ekonomi,” tuturnya.

    Terakhir, Suprajarto berharap arah kebijakan Bank Indonesia yang mendukung kolaborasi perbankan dengan teknologi finansial dalam sistem pembayaran dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan perlindungan data nasabah. “Harapannya jika berada pada playing field level yg sama, dari sisi regulasinya juga sebaiknya harus sama, tidak dikecualikan,” ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khashoggi Diduga Dijagal di Kediaman Konjen Arab Saudi

    Jamal Khashoggi mendatangi Konsulat Jenderal Arab Saudi namun tak pernah keluar lagi. Ada dugaan ia dijagal usai dibawa ke kediaman konsul jenderal.