Cegah Byar Pet, PLN Kebut Penambahan Pembangkit Listrik

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas PLN melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) penggantian ikatan kabel A3CS di isolator yang

    Sejumlah petugas PLN melakukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) penggantian ikatan kabel A3CS di isolator yang "flash over" di kawasan Tenau, Kupang, NTT, 21 Juli 2017. PDKB dilakukan untuk mengurangi pemadaman listrik. ANTARA/Widodo S Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -PT PLN (Persero) akan terus mengebut penambahan pembangkit, transmisi, dan gardu induk untuk memberikan pelayanan prima serta kehandalan sistem sehingga tidak lagi ditemui daerah defisit listrik.

    "Perusahaan akan terus memenuhi kebutuhan listrik di semua pelosok daerah termasuk di 3T yaitu terdepan, terluar, terdepan," kata Direktur Keuangan PT PLN (Persero) Sarwono Sudarto saat Dialog Nasional ke-9 Indonesia Maju di Sragen, Jawa Tengah, Sabtu, 31 Maret 2018. Di acara tersebut, hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Idrus Marham dan ratusan warga Sragen.

    Baca: PLN Jamin Pasokan Listrik Asian Games 2018 Aman

    Sarwono mengatakan, pemerintah memang tidak lagi menginginkan ada daerah yang defisit listrik, atau listriknya masih "byar pet", apalagi daerah yang belum teraliri listrik. Sejak 2015 hingga 2017, katanya, PLN sudah menambah pembangkit sebanyak 7.969 MW, penambahan transmisi 9.490 kilometer, dan penambahan gardu induk 36.008 MVA.

    Menurutnya, secara nasional rasio desa berlistrik hingga 2017 mencapai 97,10 persen, dengan tambahan desa berlistrik selama 2015-2017 sebanyak 6.145 desa. Ia mengatakan perusahaan juga berhasil mengendalikan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) di tengah perubahan asumsi makro, serta kenaikan harga gas dan batubara meskipun sejak Juni 2017 terjadi kenaikan BPP karena harga energi primer yang masih berlanjut.

    "Namun demikian, melalui efisiensi yang berlanjut tarif listrik tidak menambah beban pelanggan serta menjaga agar industri tetap kompetitif," katanya. Dari sisi kemudahan mendapatkan listrik, perusahaan melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan memberikan akses lebih mudah kepada masyarakat.

    Hal ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat 38 pada 2018 dalam mendapatkan listrik seperti hasil survei terkait EoDB yang dilakukan Bank Dunia. Kontribusi PLN dalam kemudahan mendapatkan listrik membuat peringkat Indonesia dalam survei kemudahan melakukan bisnis turut meningkat dari posisi 91 ke 72 di antara 190 negara.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.