Jokowi: Cina, Malaysia Dulu Belajar Tol dari Jagorawi, Sekarang?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengoperasian jalan tol Ngawi - Wilangan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri saat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

    Pengoperasian jalan tol Ngawi - Wilangan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur arteri saat arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi menilai pembangunan jalan tol Indonesia tertinggal dari Cina, bahkan Malaysia. Padahal mereka sebelumnya belajar soal tol dari Jagorawi.

    Selama 40 tahun Indonesia hanya bisa membangun jalan tol sepanjang 780 kilometer. Sementara Cina, saat ini sudah memiliki 280 ribu kilometer jalan tol.

    Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Ngawi-Wilangan

    "Betapa kita sangat tertinggal jauh," kata Jokowi setelah meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono, seperti tertulis dalam siaran pers PT Jasa Marga, Kamis, 29 Maret 2018.

    Menurut Jokowi, negara-negara lain melihat perkembangan pembangunan jalan tol Indonesia. Misalnya Malaysia yang mempelajari seperti apa konstruksi dan manajemen pembangunan jalan tol Jagorawi. Tak hanya itu, Filipina dan Cina juga belajar dari Indonesia.

    Dalam sambutannya di peresmian jalan tol Ngawi Kertosono ruas Ngawi-Wilangan, Jokowi mengingatkan, negara yang lamban akan tertinggal. Jokowi pun berniat memperbaiki kelambanan Indonesia dalam membangun jalan tol, jalan nasional, bandara, pelabuhan, dan proyek infrastruktur lainnya.

    "Tahapan besarnya adalah investasi di bidang infrastruktur. Berikutnya investasi di bidang SDM (sumber daya manusia)," ujar Jokowi.

    Ruas tol Ngawi-Wilangan sepanjang 52 kilometer itu melintasi tiga kabupaten di Jawa Timur, yakni Ngawi, Madiun, dan Nganjuk. Ke depannya Jokowi menargetkan, jalan tol Merak-Pasuruan sudah tersambung pada akhir 2018 dan Merak-Banyuwangi pada akhir 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.