Harga Beras Medium di Pasar Induk Cipinang Turun

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Operasi pasar beras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui  PT Food Station di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pemerintah juga berjanji akan menindak pedagang nakal yang menjual beras di atas harga eceran. Tempo/Ilham Fikri

    Operasi pasar beras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, 10 Oktober 2017. Pemerintah juga berjanji akan menindak pedagang nakal yang menjual beras di atas harga eceran. Tempo/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang turun dalam kisaran Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per kilogram menjadi Rp 8.500 sampai Rp 8.600 per kilogram.

    "Sekarang harganya Rp 8.500 sampai dengan Rp 8.600 per kilogram, turun Rp 1.000 sampai dengan Rp 1.500 per kilogram dari harga semula," kata Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi di Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

    Adapun stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang saat ini, kata Arief, berada di kisaran 40 ribu ton yang pasokannya dipenuhi dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. "Panen dari Jawa Barat yang masuk ke Cipinang kontribusinya sekitar 45-50 persen, selebihnya dari Jawa Tengah," katanya.

    Baca juga: Mendag: Seluruh Beras Bulog Masuk Pasar Menjelang Ramadan

    Arief menjelaskan, dari pasokan tersebut, sekitar 80 persennya merupakan beras premium. Hal itu dikarenakan adanya pergeseran ketentuan kelas mutu beras. "Tadinya premium itu broken pecahannya 5 persen, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian dan Peraturan Menteri Perdagangan, broken pecahannya jadi 15 persen. Paling banyak saat ini adalah beras premium," katanya.

    Kendati demikian, pilihan nantinya akan kembali kepada konsumen. Terlebih, Arief mengatakan sudah ada instrumen HET (harga eceran tertinggi) untuk mengendalikan harga.

    Arief meyakini pasokan beras di Jakarta akan dapat dipenuhi dengan baik. Belum lagi, pasokan beras yang keluar dan masuk selalu dijaga di kisaran 2.500-3.000 ton. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.