Ketegangan Perang Dagang Surut, Dolar Tekan Rupiah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, 28 Maret 2018, bergerak melemah 16 poin menjadi Rp 13.757 per dolar AS, dibanding posisi sebelumnya yang Rp 13.741 per dolar AS.

    Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan meredanya kecemasan perang dagang menjadi salah satu faktor yang mendorong dolar AS mengalami apresiasi terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah.

    "Dolar AS naik terhadap sejumlah mata uang dunia karena ketegangan perdagangan dunia surut," katanya di Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

    Baca juga: Perang Dagang AS-Cina Mereda, Rupiah Terdongkrak

    Menurut dia, meredanya kekhawatiran terhadap perang dagang maka perekonomian Amerika Serikat memiliki potensi pertumbuhan lebih baik ke depannya.

    Ia menambahkan, harga minyak mentah dunia yang melemah turut menjadi faktor yang menekan mata uang berbasis komoditas. Negara yang mengimpor komoditas cenderung rentan terhadap perubahan harga karena komoditas dihargai dan dijual dalam dolar AS.

    "Namun, harga minyak berpeluang untuk rebound mengingat masih berlangsungnya ketegangan geopolitik antara Arab Saudi dan Iran," katanya.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu, 28 Maret 2018, mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp 13.745 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.708 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.