Haru Perry Warjiyo Ketika Berkisah Latar Belakang Keluarganya

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia 2018-2023 Perry Warjiyo sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR, Jakarta, 28 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    Calon tunggal Gubernur Bank Indonesia 2018-2023 Perry Warjiyo sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR, Jakarta, 28 Maret 2018. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Perry Warjiyo tak bisa menutupi rasa harunya ketika menceritakan latar belakang keluarganya saat uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon tunggal Gubernur Bank Indonesia hari ini. Selama 40 menit lamanya Perry menyampaikan visi misinya di ruangan komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat hari ini.

    Di akhir presentasinya, Perry memberikan sedikit penutup tentang latar belakang kehidupannya. Suara Perry sempat tercekat beberapa saat. Kemudian dia mengambil jeda beberapa detik untuk mengambil napas, sebelum kemudian melanjutkan paparan dengan tone suara yang menjadi lebih rendah.

    Baca: LPS Nilai Calon Gubernur BI Perry Warjiyo Mumpuni di Moneter

    Perry menceritakan latar belakang keluarganya berasal dari keluarga miskin yang berprofesi sebagai petani di perdesaan. Akan tetapi, berkat kegigihan dan ketekunan untuk menghadapi sejumlah kegagalan, dia berhasil menjadi pejabat penting di Bank Indonesia.

    “Saya ini adalah orang desa, orang petani dari keluarga yang sangat miskin dan itulah perjalanan saya dari desa sampai kemudian alhamdulillah, 5 tahun lalu saya duduk di sini juga menjalani fit and proper test sebagai deputi gubernur BI," ujar Perry, Rabu, 28 Maret 2018. "Setelah tiga kali tidak berhasil, tapi kemudian kami belajar banyak bagaimana berkomunikasi politik."

    Dalam penutup presentasinya itu juga, Perry menyampaikan terima kasih kepada anggota Komisi XI yang mendukungnya sehingga akhirnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI selama 5 tahun. “Alhamdulillah selama 5 tahun ini saya menjalankan amanah itu secara baik dan bersama BI  ikut terus proaktif mendorong pertumbuhan ekonomi dan di sinilah saya untuk menjalankan rapat seperti ini,” ucapnya.

    Perry menjelaskan pengalamannya selama 34 tahun di Bank Indonesia dan keterlibatan dalam perekonomian nasional dan internasional akan menjadi bekal untuk mengabdi dengan jabatan baru kelak, yakni sebagai pemimpin di bank sentral. “Itulah bekal kami untuk mengabdi. Insyallah kalau ini nanti menjadi suatu amanah, akan kami tunaikan secara amanah barokah," katanya. "Hanya satu dedikasi dan integritas kami, seluruh hidup kami akan kami baktikan, tidak hanya untuk BI, untuk negara Indonesia, tapi juga untuk kita bersama."

    Usai pernyataan Perry itu, suasana di ruangan Komisi XI mendadak hening. Ketua Komisi XI Melchias Marcus Mekeng merespons dengan sedikit menyampaikan celetukan untuk mencairkan suasana. “Perjalanan hidup orang itu tidak disangka-sangka. Seperti Pak Jokowi juga orang desa jadi Presiden," ucapnya. 

    Melchias menyebutkan, Perry Warjiyo yang telah gagal 3 kali menjadi Deputi Gubernur BI, namun kondisi berubah saat ini. "Semua akan indah pada waktunya, kalau Tuhan berkenan kapan pun bisa, dinikmati saja perjalanan hidup ini."

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.