Revolusi Industri 4.0, Jokowi Minta PNS Berinovasi

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat para pelajar mengajaknya berswafoto dalam acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 26 Maret 2018. Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi menerima ajakan para warga untuk berfoto dengan ramah dan gaya yang santai. Foto: Biro Pers Setpres

    Gaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat para pelajar mengajaknya berswafoto dalam acara pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 26 Maret 2018. Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi menerima ajakan para warga untuk berfoto dengan ramah dan gaya yang santai. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru saja lolos seleksi mau berinovasi dalam melayani masyarakat. Menurut Jokowi, Indonesia bisa maju jika tipikal birokratnya pekerja keras, bertanggung jawab, dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

    "Kita harus optimistis. Saya meyakini semua, insya Allah Indonesia bisa jadi negara maju," katanya dalam acara Presidential Lecture kepada CPNS hasil seleksi 2017 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018.

    Baca: Kepada Calon PNS Jokowi Bercerita Lambatnya Proses Birokrasi

    Jokowi menuturkan saat ini para PNS dituntut beradaptasi menghadapi perkembangan dunia yang dinamis. Pasalnya perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat.

    Ia mencontohkan kini dunia mengalami revolusi industri 4.0. Perubahan yang cepat membuat saat ada satu teknologi yang baru dipelajari, sudah ada teknologi lainnya.

    Revolusi industri 4.0 yang mengembangkan kecerdasan buatan, otomasi, robot membawa perubahan besar dalam tatanan dunia. Perubahan ini membawa tantangan baru di segala hal.

    "Interaksi digital semakin berubah, renstra (rencana strategis) ekonomi berubah dengan berubahnya ekonomi digital dan fintech, renstra politik juga akan berubah dengan media sosial dan aktifnya netizen," tuturnya.

    Sebabnya pemerintah dituntut bekerja lebih cepat dan responsif. "Birokrat juga dituntut bekerja lebih cepat dan efisien," kata Jokowi.

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan seleksi CPNS 2017 diikuti oleh 2.4 juta pendaftar. Adapun yang diterima hanya 1,4 persennya saja atau 33 ribu orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.