Perang Dagang AS-Cina Mereda, Rupiah Terdongkrak

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa sore, 27 Maret 2018, bergerak menguat tipis sebesar dua poin menjadi Rp 13.731 per dolar AS, dibanding posisi sebelumnya Rp 13.733 per dolar AS.

    Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018, mengatakan Amerika Serikat dan Cina yang memulai negosiasi perdagangan membantu meredakan kekhawatiran tentang perang perdagangan. Kondisi itu memicu adanya permintaan untuk aset mata uang berisiko, seperti rupiah.

    "Meredanya kekhawatiran perang dagang cukup mendorong selera investor untuk aset mata uang berisiko," katanya.

    Baca juga: Dolar Tertahan Perang Dagang AS-Cina, Rupiah Berjaya

    Ia menambahkan bahwa harga komoditas yang menguat juga turut menjadi katalis positif bagi mata uang berbasis komoditas sehingga pergerakan rupiah terhadap dolar AS relatif stabil.

    Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar AS cenderung mengikuti pola gerak teknikal sehingga bergerak dalam kisaran sempit. "Di tengah sentimen global yang minim kepastian, pola teknikal mendominasi arah mata uang," katanya.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa, 27 Maret 2018, mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp 13.708 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.776 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.