Jokowi Berkelakar Ingatkan CPNS Jomblo PDKT untuk Dapat Pasangan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gladi bersih acara pembekalan calon pegawai negeri sipil (CPNS) seleksi tahun 2017 di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Tempo/Adam Prireza

    Suasana gladi bersih acara pembekalan calon pegawai negeri sipil (CPNS) seleksi tahun 2017 di Istora Senayan, Jakarta, 27 Maret 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberi kuliah kepada lebih dari 5.000 calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Istora Senayan, komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 27 Maret 2018. Dalam kesempatan itu, Presiden yang akrab disapa Jokowi ini memberikan sejumlah masukan kepada para CPNS.

    Jokowi mengutip pernyataan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengenai jumlah pendaftar CPNS yang mencapai 2,4 juta orang pada 2017, sedangkan jumlah yang diterima hanya sekitar 33 ribu orang. Dengan demikian, menurut Jokowi, jumlah CPNS yang diterima dibandingkan dengan jumlah pendaftar hanya 1,4 persen.

    "Artinya apa, saudara-saudara adalah pilihan-pilihan yang terbaik. Saudara-saudara adalah generasi muda terbaik di Indonesia yang bisa diterima CPNS," katanya di podium yang disambut oleh tepuk tangan para CPNS.

    Baca juga: Dengar Pidato Jokowi, Ribuan CPNS Padati Istora Gelora Bung Karno

    Kendati demikian, Jokowi mengingatkan para CPNS supaya tidak bergembira dulu karena sebagian dari CPNS masih "jomblo" atau belum memiliki pasangan. Pernyataan itu disambut tawa oleh para CPNS.

    Dengan status CPNS, Jokowi mengatakan para anak muda tersebut akan mudah mencari pacar. Menggunakan bahasa anak muda, Jokowi mengatakan para CPNS akan melakukan pendekatan atau PDKT untuk mendapatkan pacar. "Bener, nggak?" kata Jokowi disambut tepuk tangan para CPNS.

    Jokowi mengatakan dirinya menaruh harapan besar pada para CPNS tersebut sebagai birokrat muda yang dianggap akan menjadi motor kemajuan Indonesia di masa yang akan datang.

    Jokowi mengaku yakin Indonesia akan menjadi negara maju apabila memiliki birokrat yang tangguh dan bekerja keras. "Jika birokrat-birokrat kita selalu berani melakukan inovasi, jika birokrat-birokrat mengedepankan kepentingan rakyat bangsa dan negara di atas kepentingan lain, syarat-syaratnya itu," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.