Lowongan CPNS 2018 Dibuka Lagi, Tes Digelar Juli Usai Pilkada

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada acara pembekalan CPNS Calon Hakim di lingkungan Mahkamah Agung di Balitbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, 21 Februari 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada acara pembekalan CPNS Calon Hakim di lingkungan Mahkamah Agung di Balitbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, 21 Februari 2018. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah kembali membuka lowongan calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2018. Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur tes penerimaan CPNS akan dilakukan usai pencoblosan kepala daerah pada 27 Juni 2018. Tes CPNS 2018 akan digelar 10 hingga 20 hari setelah pemilihan kepala daerah.

    Asman melanjutkan, jumlah pendaftar yang diterima ditargetkan 60 hingga 70 persen dari total 220 ribu pegawai yang akan pensiun tahun ini. Hal ini sesuai dengan sistem minus growth yang diterapkan pemerintah. “Jadi nanti jumlah yang diterima tidak akan melebihi jumlah pensiunan,” ucap Asman akhir pekan lalu.

    Baca juga: Mendikbud Berharap Jatah CPNS Guru 100 Ribu Posisi

    Saat ditemui di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Senin, 26 Maret 2018, Asman memperkirakan kuota yang biasanya disetujui Presiden Jokowi adalah separuh dari jumlah PNS yang akan pensiun. Dia memperkirakan jumlah lowongan yang akan dibuka sekitar 110 ribu orang. "Semua tentu tergantung kemampuan keuangan," kata Asman.

    Namun, lanjut Asman, dia sudah meminta agar jumlah CPNS 2018 tersebut tidak mencakup kuota guru juga. Sebab, kebutuhan guru dinilai masih banyak kekurangan. "Tenaga kesehatan dan pendidikan tetap prioritas," ujarnya.

    Asman menjelaskan setelah ditentukan formasinya, Kemenpan RB akan menyeleksi kemampuan daerah atas formasi tersebut. Khususnya, kata dia, untuk belanja pegawai. "Belanja pegawainya tidak boleh lebih dari 50 persen, kalau belanja lebih dari itu tidak akan kami berikan," tuturnya.

    ADAM PRIREZA | DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.