Mendikbud Berharap Tahun Ini Jatah CPNS Guru 100 Ribu Kursi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tunjangan Profesi Guru PNS Jabar Sebagian Besar Sudah Diterima

    Tunjangan Profesi Guru PNS Jabar Sebagian Besar Sudah Diterima

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berharap Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB)  memberikan jatah 100 ribu lowongan untuk CPNS guru tahun ini. Hal itu disampaikan Muhadjir di depan MenPAN RB Asman Abnur saat memberikan pembekalan kepada 298 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemendikbud di kantornya pada Senin, 26 Maret 2018.

    "Mudah-mudahan tahun ini bapak berkenan memberikan 100 ribu CPNS untuk guru tahun ini," kata Muhadjir disambut tepuk tangan seisi ruangan.

    Menanggapi pernyataan Muhadjir, Asman Abnur mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkan. "Kita harus lihat keuangan daerah dulu. Tapi, tentunya guru akan menjadi prioritas utama. Nanti kita akan data kekurangannya," kata Asman saya ditemui usai acara.

    Simak: MenPAN-RB Prioritaskan CPNS 2018 untuk Guru

    Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Didik Suhardi mengatakan, realisasi kebutuhan CPNS Kemendikbud tahun ini memang jauh dari yang diajukan. Kemendikbud mengajukan kebutuhan 1.000 CPNS, namun MenPAN RB hanya memberi jatah 300 CPNS. "Tapi kami berterima kasih, walau sebenarnya kebutuhan menggantikan pegawai yang pensiun itu sebanyak 2.200," kata Didik di lokasi yang sama.

    Sebanyak 300 CPNS yang terpilih tersebut, jelas dia, telah mengikuti berbagai tahapan seleksi dari total 162.225 orang yang mendaftar dari portal resmi Kemendikbud.

    Dari 162.225 orang itu, sebanyak 59.784 orang lulus seleksi administrasi. Setelah itu, dilakukan seleksi tes kompetensi dasar yang diikuti 8.762 orang. Kemudahan, terakhir adalah tes seleksi kompetensi bidang (SKB) yang diikuti 863 orang. Dari SKB, alhasil sebanyak 298 orang lulus seleksi menjadi CPNS Kemendikbud. "Karena seleksi yang sangat ketat, jadi kita sebenarnya masih kekurangan dua orang formasi," kata Didik di lokasi yang sama.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.