Gerbong Kereta LRT Jakarta Mulai Dikirim ke Tanjung Priok

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto 16 gerbong kereta LRT yang dipesan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang akan dioperasikan pada fase I rute Velodrome-Kelapa Gading. - Istimewa/Dok. Jakpro

    Foto 16 gerbong kereta LRT yang dipesan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) yang akan dioperasikan pada fase I rute Velodrome-Kelapa Gading. - Istimewa/Dok. Jakpro

    TEMPO.CO, Jakarta - Gerbong kereta rel ringan atau Light Rail Transit (LRT) Jakarta akhirnya dikirim dari pabrik pembuatan di Korea Selatan (Korsel).

    Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi mengatakan sebanyak dua gerbong (rolling stock) kereta LRT diangkut menggunakan jalur laut.

    "Saat ini, kapal laut yang mengangkut rolling stock sedang bergerak dari Port of Masan Korea Selatan menuju Pelabuhan Tanjung Priok," ujar Satya, Senin, 26 Maret 2018.

    Baca juga: Pengerjaan 65 Persen, Dirut Jakpro Yakin LRT Rampung Juli 2018

    Jakpro memesan 16 unit rolling stock untuk koridor I fase I. Rolling stock tersebut saat ini sedang diproduksi oleh pabrikan Hyundai di Korsel.

    "Kami menyiapkan delapan gerbong atau cars untuk dioperasikan pada Asian Games Agustus 2018. Namun, untuk tahap awal baru dua unit gerbong yang dikirim karena depo LRT yang terletak di Jalan Pegangsaan II, Jakarta Utara belum rampung," ungkap Satya.

    Dia menuturkan seluruh proses, mulai dari desain hingga produksi, dikerjakan oleh konsultan dan pabrik asal Negeri Gingseng. Harga satu gerbong kereta buatan Korsel tersebut berkisar US$ 1,8 juta atau setara dengan Rp 239 miliar.

    LRT Jakarta Koridor I memiliki total panjang lintasan 5,8 kilometer (km). Jika koridor I selesai dibangun, maka Jakpro akan melanjutkan pembangunan koridor II dengan rute Kelapa Gading-Tanah Abang.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.