Pameran Telkom Craft, Perajin Kulit Ini Raup Rp 25 Juta per Hari

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN, Rini Soemarno membuka acara pameran Telkom Craft Indonesia yang digelar di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 10 Maret 2017. Usai membuka Pameran Rini mengunjungi sejumlah stand yang ada di arena pameran. TEMPO/Yola Destria/Magang

    Menteri BUMN, Rini Soemarno membuka acara pameran Telkom Craft Indonesia yang digelar di Jakarta Convention Centre, Jakarta, 10 Maret 2017. Usai membuka Pameran Rini mengunjungi sejumlah stand yang ada di arena pameran. TEMPO/Yola Destria/Magang

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu UMKM yang memproduksi craft bernama Monze Leather meraup omzet penjualan cukup besar selama pameran Telkom Craft Indonesia 2018 pekan lalu. Monze Leather menyediakan pelbagai barang berbahan kulit, mulai dari tas, domper, ID card holder, dan clutch bag.

    Chief Executive Officer (CEO) Monze Leather Jordy Adith menyatakan, rata-rata transaksi penjualan mencapai Rp 25 juta per hari selama pameran berlangsung. Adapun 100 barang kulit terjual per harinya. "Tas kulit paling banyak terjual dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta," ujarnya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Ahad, 25 Maret 2018.

    Baca: Pameran Telkom Craft Indonesia 2018 Raup Transaksi Rp 20 Miliar

    Direktur Human Capital Management Telkom Herdy R. Harman menyatakan, transaksi dalam pameran Telkom Craft Indonesia 2018 lebih dari Rp 20,1 miliar per jam 15.00 WIB hari Ahad kemarin. Ia menyebutkan, transaksi terbanyak berasal dari pembelanjaan belanja barang kerajinan tangan alias craft. "Sebanyak 60 persen craft, 37 persen fashion, dan tiga persen food," tuturnya.

    Tak hanya itu, dari pengunjung sebanyak 25.125, 62 persen di antaranya tertarik mencari craft. Sisanya 31 persen pengunjung hendak melihat busana dan delapan persen makanan.

    Herdy menjelaskan, Telkom Craft Indonesia 2018 menghadirkan 209 tenant busana, 115 tenant craft, dan 76 tenant makanan. Totalnya ada 400 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tahun ini, UMKM yang berpartisipasi terdiri dari 224 UMKM binaan Telkom, 104 UMKM binaan BUMN lainnya, dan 72 UMKM dari asosiasi tertentu.

    Di pameran busana, Ahmad selaku pemilik Batik Senopati menyatakan, hasil penjualan baju dan bahan batiknya rata-rata Rp 10 juta sampai Rp 15 juta per hari. Sehari sekitar 500 baju dan bahan batik yang laku.

    Namun Ahmad mengaku omzet penjualan itu turun dibandingkan perolehan dalam pameran Telkom Craft Indonesia 2017. Tahun lalu, produknya laris sekitar 700 helai senilai Rp 20 juta per hari. "Karena ekonomi memang lagi lesu mungkin," ujar Ahmad.

    Telkom Craft Indonesia merupakan pameran produk berupa craft, fashion, dan food yang dipelopori oleh PT Telekomunikasi (Telkom) Indonesia. Pameran ini sekaligus menjadi acara Rumah Kreatif BUMN (RKB), sebuah wadah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk dibina oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Telkom Craft Indonesia kedua berlangsung di Jakarta Convention Center dari 22-25 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.