Kamis, 15 November 2018

Pertamina Naikkan Harga Pertalite Rp200 Mulai 24 Maret 2018

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi  bahan bakar Pertalite. ANTARA/Irsan Mulyadi

    Ilustrasi bahan bakar Pertalite. ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pertamina mulai Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 00.00 menaikkan harga Pertalite. Dalam situsnya, Pertamina mengumumkan harga BBM beroktan 90 itu untuk Pulau Jawa menjadi Rp 7.800 perliter, atau naik Rp 200.

    Harga ini juga berlaku untuk wilayah Bali, Nusa Tenggara, Aceh, Sumatera Utara dan Sumbatera Barat. Untuk wilayah Sumatera lainnya, Pertalite dijual Rp 8000, sedangkan untuk Riau dan Kepulauan Riau dijual Rp 8.150. 

    Baca Juga: Pertalite Naik Rp 200 per Liter

    Kenaikan Rp 200 rupiah juga terjadi untuk penjualan di Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, sehingga harga Pertalite menjadi Rp 8000.

    Pertamina tidak menaikkan Pertalite ketika bahan bakar non-subsidi lin dinaikkan pada 24 Februari 2018.

    Unit Manager Communication and CSR PT Pertamina MOR I, Rudi Arifianto saat dikonfirmasi di Pekanbaru, Minggu, membenarkan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertalite. 

    "Penyebab naiknya dipicu tren harga minyak mentah dunia dan kurs rupiah terhadap dolar," katanya.

    "Harga minyak merupakan komoditas energi global yang harganya tidak dapat kita kontrol karena sangat dipengaruhi pasar global. Apabila harga minyak turun, dan kurs rupiah menguat atau setidaknya stabil, pasti penyesuaian turun pun kita lakukan," katanya.

    "Jadi, ini murni karena fluktuasi harga minyak dunia dan kurs. Pertamina bisa mengontrol hal-hal yang dalam kendalinya, seperti efisiensi operasi. Itu mengapa harga kita masih sangat bersaing jika dibandingkan dengan BBM sejenis yang dijual oleh badan usaha lainnya," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Horor Pembunuhan Satu Keluarga Di Bekasi

    Satu keluarga dibunuh di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada Selasa, 12 November 2018.