Nyak Sandang Sakit, Dirut Garuda Indonesia Datang Menjenguk

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bertemu dengan Nyak Sandang di Istana Merdeka pada Rabu, 21 Maret 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo bertemu dengan Nyak Sandang di Istana Merdeka pada Rabu, 21 Maret 2018. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Pahala N. Mansury menjenguk Nyak Sandang di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Minggu, 25 Maret 2018. Kunjungan tersebut untuk mengapresiasi warga Aceh yang ikut menyumbang uang untuk pembelian pesawat pertama RI tersebut.

    Dalam kunjungannya, Pahala sempat tersentuh atas pengorbanan Nyak Sandang terhadap kemajuan penerbangan negara. “Kami berterima kasih kepada beliau karena beliau betul-betul saat menyampaikan sumbangan itu harapannya supaya Indonesia maju. Itu sangat tulus sekali,” ucap Pahala setelah menjenguk Nyak Sandang.

    Pahala lalu menceritakan kilas balik kontribusi Nyak Sandang terhadap pembelian pesawat yang menjadi cikal bakal Garuda Indonesia. Pada 1948, Nyak Sandang dengan sukarela memberikan seluruh tabungannya dalam bentuk emas seberat 10 gram demi membeli pesawat pertama RI.

    Baca juga: Nyak Sandang, Penyumbang Pesawat Pertama RI, Bertemu Jokowi

    Menurut Pahala, saat ini kondisi Nyak Sandang masih terbilang lemah. Hal itu mengingat usia Nyak Sandang yang telah mencapai 91 tahun. Pahala juga menyebutkan bahwa salah satu faktor yang membuat kondisi Nyak Sandang lemah adalah penerbangannya yang jauh dari Aceh menuju Jakarta.

    Rabu lalu, Jokowi menerima Nyak Sandang di Istana Merdeka, Jakarta, pukul 18.25 WIB. Nyak Sandang datang ditemani oleh dua orang anaknya, Maturidi dan Khaidar. Maturidi menceritakan, setelah pulang dari Istana pada 21 Maret 2018, ia dan ayahnya langsung menuju hotel. Saat di hotel itu, Nyak Sandang mengeluh sakit saat ingin buang air kecil.

    "Kira-kira jam dua malam Ayah mengeluh sakit dan tidak bisa buang air kecil. Saya langsung hubungi dan minta tolong pihak Istana (dokter kepresidenan), dan saat itu juga langsung datang ambulans," kata Maturidi.

    Atas instruksi Presiden melalui Kepala RSPAD Terawan Agus Putranto, Nyak Sandang segera dibawa ke RSPAD. Sesampainya di sana, tim dokter langsung mengambil tindakan yang diperlukan, yaitu pemasangan kateter. Setelah tindakan dilakukan, Nyak Sandang bisa buang air kecil.

    Tim dokter yang menangani Nyak Sandang sendiri terdiri atas berbagai dokter spesialis, antara lain dokter spesialis mata, paru-paru, ginjal, urologi, jantung, dan spesialis penyakit dalam. "Kondisinya bagus. Tim dokter sudah periksa semua. Sekarang ini masih proses pengecekan semua," kata Terawan, yang merupakan dokter spesialis radiologi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?