Uang Palsu yang Disetor Nasabah BCA Ternyata Uang Mainan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti uang palsu pecahan USD 100 dalam rilis pengedaran uang palsu di halaman Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2018. Pelaku diganjar pasal 245 KUHP joncto pasal 54 KUHP dengan hukum pidana maksimal 15 tahun penjara. TEMPO/Ilham Fikri

    Barang bukti uang palsu pecahan USD 100 dalam rilis pengedaran uang palsu di halaman Subdit Ranmor Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2018. Pelaku diganjar pasal 245 KUHP joncto pasal 54 KUHP dengan hukum pidana maksimal 15 tahun penjara. TEMPO/Ilham Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman Zainal mengatakan uang palsu yang disetorkan Mujiono, nasabah BCA cabang Tulungagung, merupakan uang mainan dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat. "Kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan aparat hukum setempat," kata Agusman kepada Tempo, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Atas kasus tersebut, Agusman mengingatkan agar masyarakat mengenali ciri keaslian uang, yaitu dilihat, diraba, dan diterawang. Dia berharap masyarakat terus mengingat hal tersebut saat bertransaksi, agar terhindar dari kejahatan uang palsu.

    Baca: Heboh Nasabah di Tulungagung Setor Uang Palsu, Begini Respons BCA

    Pemalsuan uang, kata Agusman, termasuk tidak pidana terhadap mata uang rupiah. Karena melanggar Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. "Bank Indonesia senantiasa bekerja sama dengan kepolisian untuk menanggulangi peredaran uang palsu," tutur dia.

    Sebelumnya, diberitakan bahwa pada Senin, 19 Maret 2018, Mujiono hendak menyetorkan uang Rp 4,5 miliar ke petugas teller BCA cabang Tulungagung. Uang yang ditempatkan di dalam wadah kardus itu diserahkan di loket teller setelah Mujiono mendapatkannya dari rekannya, Ali Makmur, terkait dengan transaksi jual-beli rumah.  

    Namun saat hendak dihitung, petugas teller langsung curiga dengan penampakan lembaran uang pecahan Rp 100 ribu yang diserahkan Mujiono. Uang tersebut dicurigai palsu. 

    Dari hasil penyelidikan sementara oleh kepolisian diketahui bahwa uang-uang itu adalah palsu dan tertera tulisan uang mainan. Bahkan beberapa di antaranya adalah uang mainan berbentuk dolar Amerika Serikat. “Kami hitung untuk mengetahui secara pasti jumlah uang mainan itu,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tulungagung Ajun Komisaris Mustijat Priyambodo.

    Polisi juga telah bergerak mencari Ali Makmur yang memberikan uang palsu tersebut kepada Mujiono. Polisi tidak menahan Mujiono yang diduga sebagai korban dalam kasus uang palsu ini.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?