Perang Dagang AS - Cina, Darmin: Imbasnya Tak Selalu Negatif

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 "Akselerasi Perdagangan di Era Ekonomi Digital" di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Januari 2018. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Darmin Nasution tak khawatir soal potensi perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina. Sebab, menurut Darmin, dampak dari langkah antar dua negara itu tidak akan terasa oleh Indonesia secara langsung dan tidak selalu negatif.

    “Kenapa jadi pusing? Jika ya imbasnya tidak selalu negatif, bisa saja ada positifnya,” kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat pada Jumat, 23 Maret 2018. Menurut Darmin, keputusan AS dan Cina itu merupakan lanjutan dari sejumlah rencana yang telah diumumkan sebelumnya.

    Darmin menilai, langkah kedua negara itu akan memberi dampak positif bagi konsumen. Sebab, barang milik Cina akan semakkn banyak masuk ke Indonesia dengan harga lebih rendah sehingga akan menguntungkan konsumen.

    Simak: Darmin: Fundamental Ekonomi Sehat dan Kuat

    “Barang yang tadinya tidak dijual, dibawa ke sini dengan harga lebih rendah ya konsumen positif,” kata Darmin.

    Sementara, hal tersebut juga akan menberi dampak negatif kepada pedagang. Sebab, persaingan semakin lebih ketat akibat semakkn banyaknya barang yang masuk apalagi dengan harga murah.

    Presiden AS Donald Trump sebelumnya telah menandatangani Surat Keputusan sebagai jalan untuk menerapkan tarif perdagangan senilai US$ 60 miliar atau sekitar Rp 827 triliun bagi seluruh barang Cina yang masuk ke negara tersebut.

    Al Jazeera menyebutkan, gerakan yang dimulai pada Kamis, 22 Maret 2018, tersebut tampaknya menjadi sebuah tembakan langsung dalam perang dagang antarnegara pemilik ekonomi terbesar dunia. Menurut Trump, tindakan itu sengaja dilakukan sebagai hukuman terhadap Cina yang melakukan pencurian teknologi dan tekanan Cina kepada sejumlah perusahaan Amerika Serikat agar menyerahkan teknologi tersebut.

    Kantor Perdagangan AS (USTR) diperkirakan menyasar sekitar 1.300 produk Cina yang bakal dikenakan tarif dengan nilai US$ 48 miliar atau setara dengan Rp 662 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.