Kenaikan Suku Bunga The Fed Tekan Rupiah di Akhir Pekan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    Ilustrasi kurs rupiah dan mata uang Indonesia. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ini, 23 Maret 2018, melemah tujuh poin menjadi Rp 13.770 per dolar AS.

    "Nilai tukar rupiah cenderung bergerak melemah setelah The Fed memutuskan kenaikan suku bunganya, namun fluktuasinya relatif masih stabil," ujar pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova di Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.

    Rully mengatakan sentimen mengenai kenaikan suku bunga The Fed telah memicu sebagian aliran dana asing yang ada di dalam negeri keluar sehingga membuat permintaan terhadap mata uang rupiah menurun sehingga menekan nilainya.

    Baca juga: Gejolak Politik AS Tekuk Dolar, Rupiah Dapat Angin Segar

    Menurut dia, salah satu faktor yang menjaga stabilitas rupiah yakni kuatnya fundamental ekonomi nasional. Perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2018 diperkirakan tumbuh lebih baik dari periode sama tahun sebelumnya.

    "Adanya penjagaan dari Bank Indonesia juga turut membuat pergerakan rupiah stabil," katanya.

    Dari eksternal, lanjut Rully, kebijakan proteksionis Amerika Serikat yang berpotensi memicu perang dagang turut menahan laju dolar AS terapresiasi lebih tinggi. "Proteksionis perdagangan AS dapat memicu pertumbuhan ekonomi AS melambat," katanya.

    Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Jumat, 23 Maret 2018, mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi Rp 13.780 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.737 per dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.