Terima Kunjungan Korea Selatan, Menpan RB Bahas 3 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur bersama  Menteri Manajemen Personel Republik Korea Kim Pan Suk usai acara pra-penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pengembamgan SDM di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018. Tempo/Adam Prireza

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur bersama Menteri Manajemen Personel Republik Korea Kim Pan Suk usai acara pra-penandatanganan nota kesepahaman kerja sama pengembamgan SDM di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melakukan pra-penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Manajemen Personel Korea Selatan terkait pengembangan manajemen sumber daya manusia (SDM). Menteri PANRB Asman Abnur mengatakan penerapan nota kesepahaman ini merupakan salah satu langkah nyata untuk meningkatkan kapasitas SDM aparatur Indonesia.

    “Ini sebagai titik kunci dalam mencapai tujuan transformasi pemerintahan berkelas dunia tahun 2024,” tutur Menpan RB Asman dalam acara pra-penandatangan nota kesepahaman di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Jumat, 23 Maret 2018.

    Baca:Asian Games 2018: 9 Atlet Taekwondo Berlatih di Korea Selatan

    Dalam kesempatan ini, Asman saling berbagi pengetahuan soal manajemen SDM dengan Menteri Manajemen Personel Korea Selatan Kim Pan Suk. Kim pun mempresentasikan bagaimana pola manajemen yang diterapkan di Korea Selatan. 

    Pra-penandatanganan tersebut membahas tiga hal, yaitu perencanaan dan inovasi administrasi publik dalam pengelolaan SDM, mulai dari rekrutmen pegawai, manajemen karier dan kompetensi, manajemen kinerja, hingga sistem kompensasi dan sistem pensiun dan peningkatan kualitas kebijakan tentang human capital management, termasuk manajemen talenta nasional.

    Selain itu, Asman juga mengatakan pertemuannya kali ini membahas soal pemerintahan berbasis internet atau e-government serta peningkatan integritas dan disiplin SDM, khususnya dalam program pemberantasan korupsi.

    “Saya yakin bahwa sharing knowledge pada hari ini akan membawa wawasan dan inspirasi baru mengenai kepemimpinan yang maju dan manajemen perubahan ASN (aparatur sipil negara) yang inovatif,” tutur dia.

    Dalam presentasinya, Kim menjelaskan berbagai inovasi yang diterapkan kepada pegawai negeri di negaranya. Ia mengatakan saat ini negaranya sedang mengembangkan teknologi berbasis robot dalam rangka pelayanan publik.

    Meski begitu, Kim memastikan inovasi tersebut tidak akan meningkatkan angka pengangguran. “Teknologi tersebut digunakan untuk memaksimalkan pelayanan publik, untuk melengkapi,” kata dia.

    Kedepannya Asman pun berencana datang Korea Selatan sebagai bentuk kunjungan balasan untuk menindaklanjuti hal ini. Kim juga berharap kunjungannya hari ini dan Asman nanti dapat memperkuat kerja sama Indonesia-Korea dalam pemberdayaan SDM.“Kerja sama ini penting untuk mempromosikan inovasi kepemerintahan antara kedua negara,” ucap Kim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.