Heboh Sarden 'Bercacing', Penjualan Ikan Makarel Pekanbaru Lesu

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Temuan cacing jenis Anisakis dalam tiga merek ikan makarel kaleng memicu ketakutan warga Pekanbaru untuk mengkonsumsi ikan sarden. Temuan cacing dalam 3 merek sarden itu justru berimbas terhadap penjualan ikan kalengan lainnya.

    Temuan cacing jenis Anisakis dalam tiga merek ikan makarel kaleng memicu ketakutan warga Pekanbaru untuk mengkonsumsi ikan sarden. Temuan cacing dalam 3 merek sarden itu justru berimbas terhadap penjualan ikan kalengan lainnya.

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Penjualan ikan makarel kalengan di Pekanbaru menurun menyusul temuan cacing di dalam tiga merek sarden di sejumlah wilayah Riau. Warga mengaku trauma dan tidak lagi membeli sarden untuk konsumsi sehari-hari.

    "Penjualan sarden menurun sejak heboh kasus cacing dalam sarden," kata seorang pedagang Pasar Dupa, Fatmawati, kepada Tempo, Jumat, 23 Maret 2018.

    Menurut Fatmawati, akibat temuan cacing di 3 merek sarden justru berimbas pada merek sarden lainnya termasuk sarden produksi lokal. Kebanyakan warga khawatir semua merek ikan sarden terindikasi mengandung cacing. Padahal kata Fatmawati, dia tidak pernah menjual sarden merek Hoki, Farmer Jack dan OI yang telah terbukti mengandung cacing.

    Simak: BPOM: 3 Merek Sarden Kaleng Terbukti Mengandung Cacing

    "Konsumen mencap semua sarden sama saja, akibatnya penjualan ikan sarden yang lain lesu," katanya.

    Pedagang lainnya Erni mengatakan, sarden merek Hoki yang terindikasi mengandung cacing cukup diminati konsumen lantaran harganya cukup murah dibanding merek sarden lainnya. Harga satuan biasanya dijual Rp 13 ribu, sedangkan ikan sarden lainnya mencapai Rp 18 ribu hingga 25 ribu.

    Sejak mencuatnya isu sarden Hoki mengandung cacing, Erni mengaku tidak lagi menjual sarden Hoki berdasarkan himbauan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru. "Agen juga sudah melarang, stok yang ada bakal ditarik," katanya.

    Warga Pekanbaru Rini mengaku trauma dengan pemberitaan sarden mengandung cacing. Sejak isu itu mencuat ia tidak lagi mengkonsumsi sarden untuk kebutuhan sehari-hari. "Padahal anak-anak suka sarden, tapi karena ada info mengandung cacing kami jadi takut makan sarden," ujarnya.

    Balai POM Pekanbaru menemukan tiga merek ikan makarel kaleng yang terbukti mengandung cacing beredar di sejumlah wilayah Riau yakni Farmerjack, Hoki dan IO yang diduga berasal Cina dan Singapura. Infromasi sarden mengandung cacing itu berawal dari temuan masyarakat di Tembilahan, Indragiri Hilir, pada Kamis pekan lalu. Tidak lama setelah itu, masyarakat Selatpanjang, Kepulauan Meranti juga menemukan adanya cacing dalam ikan kaleng tersebut.

    Balai POM Pekanbaru mengaku telah mengeluarkan peringatan keras agar importir tiga merek sarden yang terbukti mengandung cacing untuk menarik produknya di pasaran. BPOM mengancam bakal mencabut izin produsen bila masih ditemukan produk yang tidak aman konsumsi itu di pasaran.

    "Ada peringatan keras berupa sanksi administrasi berupa pencabutan izin yang mendekati level pencabutan izin kalau tidak konsisten melakukan penarikan itu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.