Cegah Peredaran Sarden Bercacing, BPOM Jateng Lakukan Sidak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Pekanbaru. Petugas menemukan setidaknya 15 kaleng ikan sarden makarel kalengan. RIYAN NOFITRA

    Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru menggelar inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Pekanbaru. Petugas menemukan setidaknya 15 kaleng ikan sarden makarel kalengan. RIYAN NOFITRA

    TEMPO.CO, Semarang - Tim Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah gencar melakukan inspeksi mendadak di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Inspeksi mendadak dilakukan untuk mencegah peredaran ikan sarden kalengan yang mengandung cacing.

    Kepala Seksi Layanan Konsumen BPOM Kota Semarang Novi Ekorini mengatakan sidak dilakukan sebagai tindak lanjut penemuan produk sarden kalengan yang mengandung cacing bersifat parasit Anisakis sp. di Riau beberapa waktu lalu. "Kita sedang menurunkan tim pemantau khusus untuk mengecek peredaran sarden yang dimaksud, apakah sudah masuk di Jawa Tengah atau belum,"  katanya, Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca: Waspada Sarden Mengandung Cacing, Giliran BPOM Banda Aceh Sidak

    Pencegahan peredaran lebih jauh produk ikan sarden kalengan dari 3 merek itu dilakukan mengingat kandungan cacing dalam makanan sangat rentan membahayakan kesehatan para konsumen. Pernyataan ini menindaklanjuti hasil uji laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pekanbaru yang menemukan ikan sarden kalengan merek Farmer Jack, IO dan Hoki positif mengandung cacing.

    Novi menuturkan bahwa pihaknya tak segan untuk menindak tegas para produsen yang kedapatan memperjualbelikan sarden yang mengandung cacing ke pasaran. BPOM juga bakal membekukan izin operasional pabrik yang melanggar aturan tersebut.

    BPOM, kata Novi, akan melakukan penarikan produk-produk makanan kaleng yang mengandung cacing. "Penindakan akan dilakukan bersama Balai Karantina Ikan dan Pengembangan Mutu (BKIPM). Jika terbukti, kami membekukan izin importir sekaligus menindak produsen makanan olahan kaleng," tuturnya.

    Sementara itu, Kepala BKIPM Jawa Tengah, Gatot R Perdana, mengatakan telah meningkatkan pengawasan di semua pintu masuk pelabuhan maupun jalur darat guna mengantisipasi masuknya produk sarden mengandung cacing gilig tadi. "Kami juga memperketat pengawasan pada produk yang akan diekspor ke luar negeri. Kami lakukan proses uji laboratorium dan apabila ditemukan, maka dilakukan langkah preventifnya," kata dia.

    Gatot menjelaskan, pihaknya hingga kini telah menerima informasi adanya tiga merek sarden mengandung cacing. Di Jawa, pihaknya hanya mendapati sebuah pabrik pengalengan ikan yang beroperasi di Kota Pekalongan. "Proses distribusi produk di pabrik itu pasti kami awasi dengan ketat untuk menghindari terulangnya kasus tersebut," ujarnya.

    Lebih jauh Gatot mengimbau konsumen supaya segera melaporkan kepada BKIPM bila ditemukan tiga merek sarden itu. "Supaya bisa ditindaklanjuti dengan menarik peredarannya oleh BPOM," ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.