Masyarakat Diimbau Lebih Teliti Sebelum Konsumsi Sarden Kalengan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sarden. 21food.com

    Ilustrasi sarden. 21food.com

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengimbau masyarakat lebih teliti memilih makanan kaleng menyusul temuan sarden mengandung cacing di sejumlah wilayah di Riau. Warga diminta berhenti mengkonsumsi ikan dan daging dalam kaleng bila makanan tersebut berubah rasa dari yang semestinya.

    "Bila kalengnya sudah tidak utuh, terjadi perubahan pada aromanya, jangan dimakan. Butuh kejelian untuk teliti sebelum membeli," kata Mimi, Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca: Ini Detail Tiga Perusahaan Produk Sarden yang Mengandung Cacing

    Menurut Mimi, mengkonsumsi makanan kaleng mengandung cacing, seperti tiga merek ikan kaleng makarel yang mengandung cacing, dapat menyebabkan diare. Mengkonsumsi sarden mengandung cacing sama halnya memakan daging busuk yang dapat menyebabkan mual dan muntah-muntah. "Tapi tidak sampai membahayakan," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Mimi juga mengapresiasi laporan awal dari masyarakat di Riau soal temuan cacing pada ikan sarden kalengan kepada petugas kesehatan. Hal ini yang kemudian ditindaklanjuti dengan rangkaian kegiatan inspeksi mendadak dan uji laboratorium Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Kota Pekanbaru. 

    Menurut Mimi, temuan cacing di ikan sarden pertama kali terjadi di Tembilahan, kemudian dilaporkan masyarakat ke Puskesmas Kempas Jaya. Begitu pula di Kepulauan Meranti, masyarakat segera melaporkan temuan itu kepada petugas kesehatan terdekat. "Itu artinya masyarakat sudah jeli dan teliti, makanya temuan itu diadukan ke dinas kesehatan setempat," ujarnya.

    Menyusul temuan itu, tutur Mimi, pihak Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) telah meminta importir tiga merek sarden mengandung cacing menarik semua produknya di pasaran. Dinas kesehatan bersama BBPOM akan terus melakukan pengawasan dan penindakan. "Bila masih ditemukan di lapangan, dinas kesehatan dan BBPOM berhak menarik jenis makanan itu di pasaran," tuturnya.

    Sebelumnya, BBPOM Kota Pekanbaru menemukan tiga merek ikan makarel kaleng yang terbukti mengandung cacing beredar di sejumlah wilayah di Riau, yakni Farmerjack, Hoki, dan IO yang diduga berasal Cina dan Singapura. BBPOM Pekanbaru mengaku telah mengeluarkan peringatan keras agar importir tiga merek sarden yang terbukti mengandung cacing itu untuk menarik produknya di pasaran.

    BBPOM mengancam bakal mencabut izin produsen ikan sarden kalengan tersebut bila masih ditemukan produk yang tidak aman konsumsi itu di pasaran. "Ada peringatan keras berupa sanksi administrasi berupa pencabutan izin yang mendekati level pencabutan izin kalau tidak konsisten melakukan penarikan itu," ucap Mimi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.