Lampu Landasan Bandara Manado Mati, 154 Turis Cina Gagal Pulang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado mengamati jadwal penerbangan, yang dibatalkan akibat lampu landasan pacu rusak, Kamis malam, 22 Maret 2018. (Tempo/Isa Anshar)

    Sejumlah penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado mengamati jadwal penerbangan, yang dibatalkan akibat lampu landasan pacu rusak, Kamis malam, 22 Maret 2018. (Tempo/Isa Anshar)

    TEMPO.CO, Manado - Sebanyak 154 wisatawan asal Cina, gagal pulang ke negara asalnya karena lampu landasan pacu Bandar Udara Sam Ratulangi mati dan mengakibatkan aktivitas bandara di Manado ini lumpuh total.

    Para wisatawan ini, sebenarnya dijadwalkan naik pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 2751 pada pukul 18.50 Wita dengan tujuan Shanghai. Penerbangan ini rupanya masuk dalam empat penerbangan dari Manado yang dibatalkan pihak otoritas bandara karena lampu landasan yang mati.

    Baca: Lampu Landasan Bandara Sam Ratulangi Rusak, 4 Penerbangan Ditunda

    Statement Communication and Legas Section Head Bandar Udara Sam Ratulangi, Andanina Megasari menyebutkan para penumpang telah diberikan kompensasi berupa makan malam.

    "Dan untuk penerbangan yang ditunda hingga besok pagi, pihak Bandara sudah menyiapkan hotel," kata Andanina pada Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca: Lampu Bandara Manado Rusak, Semua Penerbangan Dibatalkan

    Pantauan Tempo di Bandar Udara Sam Ratulangi hingga tengah malam ini, belum ada tanda-tanda perbaikan di area airside telah selesai dilaksanakan. Pada pukul 22.10 Wita telah dilakukan pengumuman jika penerbangan masih ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan.

    Sejumlah penumpang maskapai Garuda Indonesia tujuan Jakarta pun belum mendapat kepastian kapan penerbangan akan dilaksanakan. "Dapat info dari dalam kalau lampu di landasan pacu bandara rusak. Entah sampai kapan diperbaiki. Padahal, saya harus tiba di Jakarta malam ini juga," kata Sonny, salah satu penumpang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.