Mendag Siap Perang Dagang dengan Norwegia Bila Larang Biofuel

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas ekspor perdana produk ayam olahan chicken nugget hasil produksi PT Belfoods Indonesia ke Jepang pada hari ini, 22 Maret 2018. Dewi Nurita/Tempo

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melepas ekspor perdana produk ayam olahan chicken nugget hasil produksi PT Belfoods Indonesia ke Jepang pada hari ini, 22 Maret 2018. Dewi Nurita/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah bersiap menghentikan impor ikan ke Norwegia, jika negara itu melarang masuknya produk bahan bakar nabati (biofuel) berbasis minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) asal Indonesia. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Indonesia siap melakukan perang dagang dengan Norwegia bila negara itu memulainya.

    Menurut Enggartiasto, pihaknya telah mengundang Duta Besar Norwegia untuk mengklarifikasi ihwal keputusan parlemen Norwegia terkait hal tersebut. "Dia mengatakan pemerintah belum mengambil sikap. Jadi itu keputusan parlemen yang belum mengikat," ujar Enggartiasto saat ditemui di daerah Jonggol, Jawa Barat pada Kamis, 22 Maret 2018.

    Kendati demikian, Enggartiasto mengaku telah menyampaikan dengan tegas sikap pemerintah Indonesia jika keputusan parlemen Norwegia untuk melarang masuk impor biofuel CPO asal Indonesia itu diberlakukan. "Saya sampaikan, begitu (pemerintah) anda mengambil sikap, kami juga akan mengambil sikap. Berarti Norwegia memulai perang dagang," ujarnya.

    Sebelumnya Enggartiasto mendapatkan informasi terkait rencana pemerintah Norwegia tersebut dari Duta Besar RI di Oslo. Hal itu dilakukan Norwegia agar Indonesia jangan menjual kelapa sawit terlalu murah. Sebabnya Norwegia mengaku susah melawan Indonesia dengan produktivitas kelapa sawit yang tinggi.

    Tahun ini Indonesia menargetkan ekspor biofuel ke Eropa mencapai 1,8 juta kiloliter atau sama dengan 2014, saat belum dikenakannya bea masuk anti-dumping oleh Uni Eropa.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.