Cegah Aksi Pembobolan, BRI Lengkapi ATM dengan Deep Skimming

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ATM Bank BRI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    ATM Bank BRI. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Mataram - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. atau BRI cabang Mataram akan memasang sistem pengamanan Deep Skimming guna mencegah terjadinya kejahatan pembobolan uang nasabah melalui ATM.

    Pimpinan Cabang BRI Mataram Harsono mengatakan setidaknya sebanyak 82 dari 118 mesin ATM yang berada di bawah kendali BRI Mataram akan ditambahkan perangkat Deep Skimming.

    "Kami akan pasang alat untuk mengantisipasi pencurian data nasabah melalui ATM. Sebanyak 82 ATM di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, dan Kota Mataram akan kami siapkan untuk itu," ujar Harsono saat ditemui di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 22 Maret 2018.

    Baca juga: Cegah Skimming, BRI Bagikan 7 Tips Aman Bertransaksi di ATM

    Menurut Harsono, salah satu lokasi yang rawan adalah wilayah Kabupaten Lombok Utara, khususnya ATM yang berada di kawasan tiga gili. Kondisi tersebut lantaran lokasi ATM yang jauh dari pantauan dan pengawasan pihak perbankan sehingga kerap menjadi sasaran oknum tidak bertanggung jawab.

    Selain pengamanan tambahan yang disiapkan, Harsono juga terus mengimbau agar masyarakat menjaga keamanan data pribadinya, seperti PIN, CVV, atau tiga digit angka di belakang kartu dan juga OTP (one time password). "Jangan pernah memberikan data pribadi kepada siapa pun, karena kalau sudah diberikan ya berisiko bobol," ujar Harsono.

    Sebelumnya, puluhan nasabah BRI di Kediri, Jawa Timur diduga menjadi korban kejahatan perbankan berupa skimming. Dana nasabah tersebut hilang secara tiba-tiba saat hendak melakukan transaksi di ATM. Rata-rata uang mereka berkurang mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.