Menteri Darmin Minta Harga Daging Turun di Bawah Rp 100 Ribu

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    Menko Perekonomian Darmin Nasution. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menginginkan daging sapi dijual murah sebelum lebaran. "Sekarang kan harga daging sapi kita masih di atas Rp 100 ribu. Harus di bawah itu," kata Darmin di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Maret 2018.

    Pemerintah melalui kementerian perdagangan akan mengundang perusahaan swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sehubungan dengan lelang pemasok daging sapi. Kriterianya adalah perusahaan yang berani menjual sebagian daging sapi di kisaran Rp 80 ribu hingga Rp 85 ribu per kilogram.

    Baca: Operasi Pasar Daging Sapi dan Kerbau Digelar di 13 Titik

    Hal itu disampaikan usai rapat terbatas mengenai pangan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Darmin meminta agar harga daging sapi menurun menjelang puasa dan lebaran.

    Rapat dihadiri oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan, dan Kepala Bulog Djarot Kusumajakti. Darmin menegaskan bahwa pemerintah tak mau bergantung impor daging sapi kepada Australia.

    Agar harga jual ke masyarakat rendah, Darmin mengharapkan daging sapi diimpor dari Brasil. Darmin tak merinci jumlah kebutuhan pasokan daging sapi lantaran kewenangannya ada di kementerian perdagangan dan kementerian pertanian.

    Darmin menyebut, tim kementerian pertanian akan mengecek kesehatan sapi di Brasil. Hal yang perlu diperhatikan adalah wilayah ternak sapi bebas penyakit dan pemotongan daging telah memenuhi standar halal. "Dengan begitu kita buka dua kemungkinan sehingga tidak bergantung pada satu (negara impor) saja," ujar Darmin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.