Nasabah Bank Mandiri Korban Skimming Jadi 140 Orang

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri. dok.TEMPO/Taufik Subarkah

    Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri. dok.TEMPO/Taufik Subarkah

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban skimming atau duplikasi data nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dilaporkan makin bertambah. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas mengkonfirmasi jumlah nasabah yang mengalami kerugian akibat kejahatan skimming bertambah menjadi 140 nasabah.

    "Total nasabah 140 nasabah dengan jumlah (kerugian) Rp 260 juta," ujarnya dalam konferensi pers rapat umum pemegang saham tahunan, Rabu, 21 Maret 2018.

    Sebelumnya, Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan kerugian nasabah diperkirakan berkisar Rp 100-150 juta.

    Bank pelat merah tersebut juga mengakui telah melakukan ganti rugi terhadap kerugian para nasabah. Sebagai langkah preventif, Bank Mandiri telah berupaya meningkatkan sistem keamanan di tiap anjungan tunai mandiri (ATM) melalui pantauan intensif.

    Selain itu, upaya perseroan untuk meminimalisasi risiko skimming adalah dengan melakukan migrasi kartu debit yang masih menggunakan teknologi magnetic stripe menjadi kartu cip.

    Hingga awal Maret 2018, Bank Mandiri setidaknya telah menyiapkan 25 persen kartu debit berbasis cip dari total 17 juta kartu milik nasabah.

    Di samping itu, Bank Mandiri mengimbau nasabah selalu waspada dan melaporkan tiap kejadian janggal yang terjadi terkait dengan proses transaksi melalui ATM atau mesin EDC.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.