Disentil Jokowi Soal Student Loan, BRI Kucurkan Kredit Mahasiswa

Reporter

Warga melintas di depan penukaran uang atau money changer Bank BRI di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw yang berbatasan dengan Papua Nugini, di Jayapura, Papua, 14 November 2017. Halaman depan Indonesia di ujung timur ini dipercantik pada pertengahan tahun ini. TEMPO/ Nita Dian

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan produk pembiayaan untuk keperluan pendidikan yang disebut dengan Briguna Flexi Pendidikan. BRI mengklaim produk tersebut merupakan student loan yang pertama kalinya diluncurkan perbankan dalam negeri.

Direktur Utama BRI Suprajarto menyatakan produk tersebut akan diberikan untuk target segmen kalangan mahasiswa S-2 dan S-3 dengan rentang plafon Rp 70 juta-Rp 150 juta.

"Untuk setahun pertama ini harapannya (penyaluran) bisa minimal Rp 100 miliar,” kata Suprajarto seusai peluncuran Briguna Flexi Pendidikan di kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Jakarta, Rabu, 21 Maret 2018.

Direktur Consumer Banking BRI Handayani menambahkan, untuk segmentasi mahasiswa S-2, plafon kredit yang diberikan sekitar Rp 70 juta dengan grace period selama tiga tahun dan maksimal jangka waktu pinjaman enam tahun.

Simak: Marak Kasus Skimming, BI Panggil Pimpinan BRI

Adapun untuk mahasiswa S-3 diberikan grace period lima tahun dengan nilai plafon kredit Rp 150 juta. Maksimal jangka waktu pinjaman selama 10 tahun. “S-2 jangka waktu pendidikan maksimal tiga tahun, jadi diberikan grace period di mana debitor boleh bayar bunga saja sebesar 0,65 persen per bulan,” kata Handayani.

Dengan skema bunga yang ringan, Briguna Flexi Pendidikan mensyaratkan dokumen administratif yang relatif mudah. Dokumen yang diperlukan antara lain foto kopi identitas diri/KTP dan KK, slip gaji, SK pegawai/karyawan, serta surat rekomendasi tempat bekerja dan dari universitas.

Dalam pemasaran produk tersebut, BRI bekerja sama dengan Kementerian Riset. Dengan demikian, mahasiswa dari semua perguruan tinggi, baik swasta maupun milik pemerintah, dapat mengakses student loan tersebut.

Dengan asumsi target minimal Rp 100 miliar dalam tahun pertama, BRI diperkirakan dapat menyalurkan kredit kepada 600 hingga 1.400 debitor. Saat ini, produk tersebut masih difokuskan pada kalangan pelajar di level S-2 dan S-3 yang dianggap memiliki tingkat risiko lebih rendah.

Namun, di waktu yang akan datang, BRI membuka peluang memberikan kredit ke kalangan mahasiswa di level pendidikan S-1, khususnya dari jurusan tertentu, seperti teknik dan desain.

Begitu juga dengan tingkat bunga, Suprajarto menyatakan masih terbuka peluang untuk memberikan suku bunga pinjaman yang lebih rendah. “Bunganya masih kami evaluasi, karena kami inginnya murah, dan kami sedang berusaha mencari source of fund,” ujarnya.

BISNIS






Kredit Perbankan Tumbuh 11,95 Persen, OJK: Ditopang Kredit Investasi

2 hari lalu

Kredit Perbankan Tumbuh 11,95 Persen, OJK: Ditopang Kredit Investasi

OJK membeberkan kondisi perbankan nasional saat ini. Kredit perbankan pada Oktober 2022 tercatat tumbuh menjadi 11,95 persen secara tahunan.


BRI Tambah Porsi Saham di Danareksa Investment Management Jadi 65 Persen

4 hari lalu

BRI Tambah Porsi Saham di Danareksa Investment Management Jadi 65 Persen

BRI membeli 9 juta lembar saham atau 30 persen dari total saham Danareksa Investment Management.


Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

6 hari lalu

Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

Pemerintah akan menetapkan anggaran untuk KUR sebesar Rp 450 triliun pada tahun 2023 atau naik dari tahun ini yang sebesar Rp 373 triliun.


Dirut BRI Pastikan Laba Perusahaan Dikembalikan ke Rakyat

8 hari lalu

Dirut BRI Pastikan Laba Perusahaan Dikembalikan ke Rakyat

Laba dikembalikan kepada negara dalam bentuk dividen bayar pajak.


OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

8 hari lalu

OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

OJK berupaya mendukung program Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dicanangkan pemerintah melalui pemberian sejumlah insentif.


Waspada Penguras Saldo Rekening dengan Modus Soceng Mobile Banking, Apa Itu?

9 hari lalu

Waspada Penguras Saldo Rekening dengan Modus Soceng Mobile Banking, Apa Itu?

Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengungkap salah satu modus pembobolan rekening bank.


Gaet Kredivo Hadirkan Layanan Paylater, Telkomsel: Kami Tetap Bukan Lembaga Keuangan

10 hari lalu

Gaet Kredivo Hadirkan Layanan Paylater, Telkomsel: Kami Tetap Bukan Lembaga Keuangan

Telkomsel PayLater kini tersedia di aplikasi MyTelkomsel yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.


OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

11 hari lalu

OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 31 Maret 2024.


Terpopuler: BLT BBM Tahap 2 Cair, Tabungan Nasabah BRI Lenyap Rp 10 Juta

11 hari lalu

Terpopuler: BLT BBM Tahap 2 Cair, Tabungan Nasabah BRI Lenyap Rp 10 Juta

Berita terpopuler kemarin diwarnai isu BLT BBM, hilangnya saldo nasabah BRI, sampai Luhut yang bicara perihal kesehatan lingkungan.


Terkini: Tabungan Nasabah BRI Raib, Luhut Kagumi Lanskap Tidore

11 hari lalu

Terkini: Tabungan Nasabah BRI Raib, Luhut Kagumi Lanskap Tidore

Berita tentang tabungan nasabah BRI yang raib, Luhut mengunjungi Sail Tidore 2022, hingga BLT BBM yang bakal cair paling banyak dibaca pada hari ini.