BI: 991 Nasabah Bank Mandiri Terkena Skimming

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti dari tindak pidana pencurian data nasabah perbankan atau skimming digelar di Gedung Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Sabtu, 17 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    Barang bukti dari tindak pidana pencurian data nasabah perbankan atau skimming digelar di Gedung Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Sabtu, 17 Maret 2018. Tempo/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Surabaya - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur meminta industri perbankan mengecek ulang sistem dan data nasabah agar tidak mudah bocor. Hal ini dilakukan menyusul adanya sejumlah kejahatan skimming di BRI Kediri dan Bank Mandiri Graha Pena, Surabaya.

    Kepala BI Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan bank sentral telah menerima laporan kasus skimming yang menimpa nasabah Bank Mandiri cabang Graha Pena, Surabaya, dan meminta bank mengganti uang nasabah yang hilang.

    Baca: Marak Skimming, Target Migrasi Kartu BNI ke Chip Tak Berubah

    "Ada sekitar 991 nasabah yang kena skimming. Saya tidak tahu persisnya berapa nilainya, tapi itu sudah diganti oleh Bank Mandiri. Sebagian data nasabah yang bocor sudah langsung diblokir oleh bank," katanya, Rabu, 21 Maret 2018.

    Difi mengatakan perbankan harus berhati-hati terhadap kecanggihan teknologi yang bisa dimanfaatkan oknum untuk kejahatan. Selain itu, BI meminta nasabah menggunakan mobile banking untuk keamanan dan kenyamanan bertransaksi.

    Lebih jauh, Difi menyebutkan, meski penggunaan mobile banking akan lebih aman dan nyaman, nasabah tetap harus awas diri. "Selain itu, nasabah juga harus menjaga kerahasiaan datanya, sering mengganti PIN (personal identification number), dan selalu mengecek kondisi mesin ATM (anjungan tunai mandiri) sebelum memasukkan kartunya," tuturnya.

    Sebelumnya, ratusan nasabah mendatangi Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu (KCP) Graha Pena, Surabaya, Jawa Timur, untuk melaporkan adanya pemotongan saldo yang tidak dilakukan nasabah. Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus duit raib mendadak milik nasabah Bank Mandiri KCP Graha Pena. "Sedang kami selidiki apakah ini karena kejahatan skimming juga atau tidak," ucapnya saat dihubungi Tempo pada Senin, 19 Maret 2018.

    Namun, bila hilangnya uang nasabah Bank Mandiri terbukti karena praktik skimming, menurut Rohan, pihaknya siap mengganti. "Jika terbukti karena skimming, kami akan ganti uang nasabah yang raib," ujarnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.