Simak 6 Tips Ini Sebelum Investasikan Dana Pensiun Anda

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pensiun (pixabay.com)

    ilustrasi pensiun (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak sedikit orang yang memutuskan untuk menginvestasikan kembali dana pensiun yang diterima. Namun jenis investasi apa yang dipilih harus dipertimbangkan masak-masak sebelumnya agar hasilnya sesuai dengan target. 

    Seperti dikutip dari The Balance, ketika mengambil keputusan untuk berinvestasi pada saat pensiun, pengetahuan menjadi kunci utama agar Anda tidak terjerumus ke investasi bodong.

    Baca: Kemenpan Berencana Ubah Skema Dana Pensiun, Ini Reaksi Kemenkeu

    Setidaknya terdapat 6 tips yang harus Anda perhatikan sebelum memutuskan menginvestasikan uang pesangon tersebut:

    1. Berekspektasilah secara realistis

    Tidak ada yang lebih baik ketimbang diversifikasi portofolio. Untuk itu, Anda harus membuat model alokasi aset yang bisa menjadi ukuran bagi Anda untuk menghitung-hitung berapa dana yang Anda harus masukkan ke saham atau obligasi.

    Dari situ, Anda bisa menganalisis return dan risiko yang didapat dari setiap keputusan investasi. Untuk itu, Anda diharapkan untuk tidak berespektasi terlalu tinggi, yakni dengan tidak menganalisis dalam jangka waktu yang pendek seperti 3 bulanan atau setahun. Anda perlu melihatnya dari tahun ke tahun.

    2. Sadarilah selalu ada opportunity cost

    Semua orang menginginkan investasinya aman, menghasilkan pendapatan tetap dan memberikan hasil return yang semakin banyak. Namun sebenarnya tidak ada investasi semacam itu. Oleh karena itu, Anda harus membekali diri dengan dasar-dasar investasi untuk memahami trade-off yang harus Anda terima saat berinvestasi.

    3. Tidak ada makan siang gratis

    Anda dapat memasukkan uang pensiun ke kanal investasi dengan risiko rendah, tetapi return yang ditawarkan pasti rendah. Sebaliknya, Anda juga dapat memilih untuk mengambil tingkat risiko investasi yang lebih tinggi tetapi memberikan hasil yang lebih tinggi.

    Untuk itu, jangan lupa diversifikasi portofolio investasi Anda. Tempatkanlah sebagian investasi untuk menghasilkan pendapatan dan sebagian lainnya untuk mencari keuntungan yang bisa Anda panen dalam 10 - 15 tahun ke depan.

    4. Belajar dan kumpulkan saran dari profesional

    Hal terbaik yang bisa Anda lakukan sebelum memutuskan berinvestasi adalah dengan belajar dasar investasi dan mencari nasihat profesional. Anda dapat melakukan ini dengan membaca buku tentang investasi sehingga Anda memahami konsep investasi dasar, atau berlangganan majalah keuangan dan membaca semua artikel selama satu tahun.

    5. Hindari kesalahan fatal

    Banyak orang sering kali melakukan kesalahan dengan uang pensiun mereka karena keserakahan atau ketidaktahuan. Keserakahan terjadi saat melihat investasi yang menurut Anda akan menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata. Ketidaktahuan adalah faktor ketika Anda tidak tahu apa yang mungkin dan tidak.

    Bila Anda memahami bagaimana investasi bekerja, Anda pasti tahu bahwa return di atas rata-rata tidak mungkin terjadi dalam waktu yang lama. Jangan sampai Anda terjerumus kepada skema Ponzi alias penipuan. Jika Anda menemui tawaran investasi yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, menjauhlah.

    6. Buat Rencana Jangka Panjang

    Dengan membuat rencana, akan membantu Anda dalam mengambil keputusan cerdas tentang cara berinvestasi. Masa pensiun bukan lagi soal seberapa banyak uang yang bisa Anda kumpulkan, tetapi tentang mendapatkan gaji pensiun secara bulanan yang dapat diandalkan.

    Berinvestasi untuk memperoleh pendapatan adalah hal yang berbeda, dan pendekatan Anda perlu diubah. Keputusan pensiun adalah keputusan finansial terbesar dalam hidup Anda, bahkan lebih besar daripada membeli rumah dan jauh lebih besar daripada membeli mobil. Oleh karena itu strategi penggunaan dana pensiun menjadi syarat penting yang harus dilakukan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.