Ini yang Dibahas di Pertemuan JK dengan Petinggi Bank Dunia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi ucapan selamat pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mendapat penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia, disela mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 12 Februari 2018. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pemimpin dan Perdana Menteri Dubai yang juga Wakil Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi ucapan selamat pada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mendapat penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia, disela mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 12 Februari 2018. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pemimpin dan Perdana Menteri Dubai yang juga Wakil Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bertemu dengan sejumlah petinggi Bank Dunia (World Bank), di Jakarta, Selasa 20 Maret 2018. Forum ini merupakan pertemuan rutin yang digelar secara berkala setiap tiga bulan.

    Jusuf Kalla mengatakan pertemuan itu membahas laporan mengenai evaluasi ekonomi Indonesia. "Yang dibahas antara lain tentang kemiskinan dan pembangunan," kata JK di kantornya, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.

    Baca : JK Jelaskan Tantangan Pangan Akibat Melonjaknya Jumlah Penduduk

    Dia menuturkan, forum itu tak hanya berisi laporan dari Bank Dunia. Lembaga tersebut bersama Kalla sama-sama berdiskusi mengenai laporan tersebut.

    Terkait laporan yang disampaikan, Bank Dunia menyampaikan beberapa masukan. Jusuf Kalla mengatakan evaluasinya tak jauh berbeda dengan yang tengah dilakukan pemerintah seperti perbaikan investasi, layanan kesehatan dan pendidikan.

    Selain topik tersebut, JK menyatakan tak ada lagi bahasan lain, termasuk soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I. Namun Kalla optimistis hasilnya akan lebih baik dari tahun lalu karena perolehan pajak yang meningkat. “Iya kalau PPN naik berarti konsumsi bisa naik. Karena PPN itu bayar transaksi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.