Tol Ngawi-Wilangan Siap Beroperasi

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas warga yang berinteraksi di kawasan tol Solo Ngawi, Boyolali, Jawa Tengah, 8 Maret 2018. Tol yang memiliki panjang 90,25 kilometer ini akan dibuka pada musim lebaran 2018. Sebagian dari ruas tol tersebut akan dibuka fungsional, namun sebagian lainnya akan beroperasi penuh. Bram Selo Agung/Tempo

    Aktivitas warga yang berinteraksi di kawasan tol Solo Ngawi, Boyolali, Jawa Tengah, 8 Maret 2018. Tol yang memiliki panjang 90,25 kilometer ini akan dibuka pada musim lebaran 2018. Sebagian dari ruas tol tersebut akan dibuka fungsional, namun sebagian lainnya akan beroperasi penuh. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ruas tol Ngawi-Wilangan yang menjadi bagian dari jalan tol Ngawi-Kertosono siap beroperasi. Menurut AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru, jalan tol Ngawi-Kertosono telah memiliki sertifikat laik fungsi dan operasi.

    “Ini artinya, ruas tol sepanjang 52 kilometer tersebut siap dioperasikan,” kata Heru seperti tertulis dalam rilisnya, Senin, 19 Maret 2018. Tol Ngawi-Kertosono mempunyai panjang 87,5 km. Seksi Wilangan-Kertosono belum diketahui kapan siap beroperasi.

    Heru memaparkan kelayakan fungsi jalan tol Ngawi-Kertosono tertuang dalam sertifikat  Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada 5 Maret 2018. Sertifikat laik operasi dikeluarkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) pada 6 Maret 2018.

    Sebelum dua sertifikat itu terbit, tim evaluasi laik fungsi dan laik operasi jalan tol dua kali meninjau ke lapangan. Hasilnya dapat dipastikan bahwa spesifikasi teknis, persyaratan dan fasilitas lalu lintas, serta perlengkapan jalan di ruas jalan tol Ngawi-Kertosono seksi Ngawi-Wilangan terpenuhi.

    “Ruas jalan tol Ngawi Kertosono Seksi Ngawi-Wilangan telah memenuhi persyaratan teknis sebagai jalan tol dan sebagai jalan yang terbuka bagi lalu lintas untuk umum,” ujar Heru.

    Menurut Heru, uji peralatan tol juga dilakukan di empat gerbang tol, yakni Ngawi, Madiun, Caruban, dan Wilangan. Tujuannya untuk meninjau kesiapan alat melayani transaksi nontunai (cashless). “Hasil pengujian menyatakan keempat pintu gerbang tol siap dioperasikan,” lanjutnya.

    Heru belum mengumumkan kapan jalan tol Ngawi-Kertosono boleh digunakan. Adapun BPTJ mengusulkan agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerbitkan Surat Keputusan Menteri tentang Penetapan Tarif ruas Jalan Tol Ngawi–Kertosono.

    Perhitungan tarifnya disesuaikan dengan nilai investasi, kemampuan bayar pengguna jalan, dan besaran keuntungan biaya operasional kendaraan. PT Ngawi Kertosono Jaya (PT NKJ), kata Heru, juga masih menyelesaikan beberapa pekerjaan akhir. Hal itu agar pengoperasian dan peresmian jalan tol Ngawi-Kertosono berjalan sesuai standar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.