Bulog Siapkan 400 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar Jelang Puasa

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak mendistribusikan beras impor dari Vietnam dan Thailand untuk menurunkan harga beras yang melambung

    Kepala Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah, Djoni Nur Ashari, menegaskan bahwa Jawa Tengah tidak mendistribusikan beras impor dari Vietnam dan Thailand untuk menurunkan harga beras yang melambung

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik atau Perum Bulog sudah menyiapkan 400 ribu ton beras untuk operasi pasar murah dalam dua bulan ke depan, menjelang puasa dan Lebaran 2018. Tujuannya untuk menstabilkan harga beras yang masih di atas harga eceran tertinggi (HET).

    "Operasi pasar sudah dimulai sejak kemarin. Kami siapkan 400 ribu ton beras dengan berbagai kualitas untuk dua bulan ke depan," kata Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti saat ditemui Tempo di kantornya pada Selasa, 20 Maret 2018.

    Simak: Impor Beras, Bulog Cuma Dapat 346 Ribu Ton

    Sedangkan untuk stok beras di gudang Bulog, dia melanjutkan, masih ada sekitar 600 ribu ton. "Kalau sudah panen raya nanti, stok beras tentu akan bertambah," ujarnya.

    Harga beras dalam beberapa bulan terakhir memang merangkak naik. Djarot menyebut kenaikan harga beras bisa disebabkan karena permasalahan kekurangan suplai atau permainan para spekulan untuk mengeruk keuntungan. Namun, dia menyatakan optimistis bisa mengulangi capaian pada 2017 ketika harga komoditas pangan stabil dan tidak bergejolak terutama pada bulan puasa dan Lebaran.

    Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita juga menjamin stok beras nasional dalam posisi aman hingga menjelang Lebaran pada pertengahan Juni ini. "Presiden Joko Widodo memberikan perhatian khusus agar rakyat tidak terbebani harga beras yang mahal," katanya di sela kunjungannya ke wilayah Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, pada Selasa, 6 Maret 2018.

    Enggartiasto mengatakan ketersediaan beras nasional termasuk beras yang akan diimpor, saat ini sudah mencukupi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Menurut dia, tidak lama lagi para petani akan memasuki panen raya. Dia berharap momentum panen raya dapat menekan harga beras di pasaran, selain dengan distribusi beras Bulog.

    "Kalau sudah panen raya pasti harga beras akan kembali normal lagi," kata Enggartiasto. Guna menjaga kestabilan harga beras di daerah, dia berujar, pihaknya akan memberikan pasokan yang mencukupi ke tiap pasar.

    DEWI NURITA I DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.