Jokowi Bertemu Pebisnis Selandia Baru, Ceritakan Sukses Indonesia

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi melakukan hongi, sebuah tradisi unik suku Maori dengan cara saling bersentuhan hidung dengan tetua suku Maori, Piri Sciascia dalam upacara penyambutan di Government House di Wellington, Selandia Baru, 19 Maret 2018. Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru untuk bertemu Gubernur Jenderal Selandia Baru Sir David Gascoigne. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Jokowi melakukan hongi, sebuah tradisi unik suku Maori dengan cara saling bersentuhan hidung dengan tetua suku Maori, Piri Sciascia dalam upacara penyambutan di Government House di Wellington, Selandia Baru, 19 Maret 2018. Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Selandia Baru untuk bertemu Gubernur Jenderal Selandia Baru Sir David Gascoigne. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan sejumlah CEO Selandia Baru di The Majestic Centre, Wellington, Senin, 19 Maret 2018. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan situasi perekonomian Indonesia yang tengah bertransformasi. 

    Jokowi menuturkan Indonesia tengah beralih ke ekonomi digital setelah sekian lama bergantung pada ekspor komoditas mentah. Indonesia membaca tren bangkitnya ekonomi digital dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.

    Baca juga: Jokowi Lakukan Ciuman Hidung dengan Tetua Suku Maori

    "Ekonomi kami tengah bertransformasi oleh hadirnya e-commerce dan ekonomi digital. Berdasarkan data yang kami miliki, sekitar dua sampai tiga miliar dolar per tahunnya diinvestasikan untuk sektor e-commerce," kata Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers Istana Kepresidenan.

    Untuk menunjang transformasi ekonomi itu, Jokowi menyatakan pemerintah Indonesia serius untuk mewujudkan reformasi fundamental ekonomi. Hasilnya, kata dia, Indonesia berhasil naik 48 peringkat dalam hal kemudahan berusaha berdasarkan survei Bank Dunia dalam empat tahun. Peringkat Indonesia naik dari 120 pada 2014 menjadi peringkat 72 empat tahun kemudian.

    Lembaga pemeringkat Standard and Poor juga telah menaikkan kembali peringkat Indonesia menjadi Investment Grade atau layak investasi. "Ini menandakan untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir bahwa Indonesia sekali lagi berpredikat layak investasi oleh tiga lembaga rating dunia, Standard and Poor, Moodys, dan Fitch," ujar Jokowi.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih dari 5 persen per tahun. Dia mengatakan ekonomi Indonesia akan bertumbuh dua kali lipat setiap 14 tahun.

    Soal peringkat kemudahan berusaha, Jokowi meminta para pebisnis yang hadir berbagi pengalaman di Selandia Baru. Sebab, negara tersebut merupakan negara peringkat pertama dalam hal kemudahan berusaha menurut hasil survei Bank Dunia selama dua tahun berturut-turut.

    "Tolong berbagi dengan kepala badan investasi kami, Tom (Thomas Lembong), karena saya memberikannya target bahwa Indonesia harus berada dalam peringkat 40 besar di akhir tahun depan," ucap Presiden disambut tawa hadirin.

    Forum pertemuan Jokowi dan para CEO tampak dihadiri perwakilan dari industri pengolahan susu terkenal di Selandia Baru, industri pertanian dan makanan, serta infrastruktur kelistrikan.

    Hadir pula perwakilan dari industri pendidikan, perumahan dan konstruksi, serta sektor keuangan. "Saya menantikan untuk mendengar pandangan dari Anda semua," tutur Jokowi kepada para CEO yang hadir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.