Bank Mandiri Akui Terima Laporan Dana Nasabahnya Raib Tiba-tiba

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model menunjukan kartu e-money edisi khusus Justice League saat peluncuran uang elektronik terbaru Bank Mandiri di Indonesia Convention Exebition, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (21/10/2017). Bank Mandiri bekerjasama dengan Warner Bros Pictures meluncurkan 12 logo super heroes seperti Superman, Batman dan Wonder Woman. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Model menunjukan kartu e-money edisi khusus Justice League saat peluncuran uang elektronik terbaru Bank Mandiri di Indonesia Convention Exebition, Serpong, Tangerang, Banten, Sabtu (21/10/2017). Bank Mandiri bekerjasama dengan Warner Bros Pictures meluncurkan 12 logo super heroes seperti Superman, Batman dan Wonder Woman. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus duit raib mendadak milik nasabah Bank Mandiri Kantor Cabang Pembantu Graha Pena, Surabaya, Jawa Timur. "Sedang kami selidiki apakah ini karena kejahatan skimming juga atau tidak," katanya saat dihubungi Tempo pada Senin, 19 Maret 2018.

    Rohan melanjutkan, Bank Mandiri siap mengganti uang nasabah yang raib bila terbukti karena skimming. "Jika terbukti karena skimming, kami akan ganti uang nasabah yang raib," ujarnya.

    Menurut dia, Bank Mandiri sudah menerima laporan nasabah yang mengklaim dananya raib. Ada tiga nasabah yang sudah melaporkan kemarin malam, Minggu, 18 Maret 2018. "Tiga laporan nasabah itu masuk pada kemarin malam. Kemudian tadi menyusul nasabah lainnya yang memblokir rekening karena takut duitnya raib juga," ucapnya.

    Baca: Uang Nasabah Hilang Akibat Skimming Dikembalikan, Begini Caranya

    Untuk saat ini, kata Rohan, Bank Mandiri hanya dapat memfasilitasi pemblokiran rekening nasabah untuk mengantisipasi kasus duit raib kembali terjadi. Selanjutnya akan dilakukan investigasi internal.

    Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tempo dari beberapa nasabah, rata-rata saldo rekening mereka yang berkurang secara misterius berkisar Rp 1-2 juta. Adit, salah satu nasabah Bank Mandiri, misalnya, mengaku saldonya berkurang Rp 1 juta lebih. Hal itu diketahui setelah dia menerima pemberitahuan melalui SMS Banking pada Sabtu, 17 Maret lalu. "Padahal saya tidak pernah melakukan transaksi," tuturnya.

    Widodo, nasabah lain, mengatakan uang di rekening miliknya berkurang Rp 1,7 juta. Dia mengaku awalnya tidak mengetahui saldo rekeningnya berkurang. "Temen-temen yang ngasih tahu," ujar pegawai sebuah televisi lokal di Surabaya itu.

    Setelah mengecek rekening, ternyata benar uangnya berkurang Rp 1,7 juta. Menurut Widodo, berkurangnya saldo rekening tidak hanya menimpa dirinya, tapi juga beberapa rekan kerjanya, yang pembayaran gajinya melalui Bank Mandiri.

    Salah satu rekan Widodo, yang tak mau menyebutkan identitasnya, mengaku uangnya di Bank Mandiri berkurang Rp 1,07 juta. Andhim, rekan Widodo lain, menyatakan sempat ada transaksi misterius Rp 2 juta. "Tapi transaksi gagal karena saldo tidak mencukupi," ucapnya.

    Pekan lalu, pembobolan dana terjadi pada nasabah Bank Rakyat Indonesia atau BRI. Dana milik nasabah BRI di Kediri berkurang akibat dibobol komplotan warga asing.

    DEWI NURITA | NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.