Yi Gang Ditunjuk Jadi Gubernur Bank Sentral China

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas penukaran valuta asing menghitung mata uang Yuan di Jakarta, Jumat (27/3). Bank Indonesia tengah mempersiapkan implementasi kerjasama pertukaran mata uang (Bilateral Currency Swap Arrangement/BCSA) dengan China. Tempo/Panca Syurkani

    Petugas penukaran valuta asing menghitung mata uang Yuan di Jakarta, Jumat (27/3). Bank Indonesia tengah mempersiapkan implementasi kerjasama pertukaran mata uang (Bilateral Currency Swap Arrangement/BCSA) dengan China. Tempo/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta -China mengangkat Yi Gang sebagai Gubernur Bank Sentral China (PBOC) untuk membenahi sektor keuangan selain ditugasi memodernisasi kebijakan moneter negara itu. Sebelumnya , Yi Gang merupakan deputi gubernur bank sentral yang memiliki jaringan luas di dunia internasional.

    Kongres Rakyat Nasional sepakat menerima usulan Presiden China Xi Jinping itu sekaligus menyetujui pengangkatan penasihat ekonomi Xi yang juga pimpinan Bank Rakyat Liu He sebagai wakil perdana menteri. Dari posisi itu terlihat Liu He akan mendapat dukungan penuh dari Yi Gang.

    Dengan mempromosikan Deputi Gubernur PBOC di bawah kepemimpinan Zhou Xiaochuan yang telah menjabat selama lebih dari satu dekade, China mengisyaratkan akan meneruskan kebijakan bank sentral sebelumnya.

    Kini Zhou bersiap pensiun di usia 70 tahun setelah memimpin Bank Sentral China melewati berbagai krisis keuangan global. Wakil Menteri Keuangan bidang Internasional AS, David Malpass mengatakan bahwa Yi merupakan merupakan sosok pemimpin keuangan yang tegas. Selain itu, dia juga memiliki kemampuan teknis dan ilmu yang mumpuni.

    “Amerika Serikat siap untuk berdialog dengan pemimpin bank sentral yang baru,” ujarnya Senin, 19 Maret 2018.

    Yi yang kini berusia 60 tahun disebut memiliki pengaruh kuat di dalam dan luar negeri sebagaimana Zhou pendahulunya. Zhou menjabat sejak 2002. Secara terpisah, Liu Kun, mantan deputi menteri keuangan, dinominasikan untuk menggantikan Xiao Jie sebagai Menteri Keuangan. Sedangkan, Menteri Perdagangan Zhong Shan akan ditunjuk kembali pada posisinya, menurut laporan media pemerintah.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.