Luhut Pastikan Pemerintah Awasi Penggunaan Garam Industri Impor

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Subekti

    Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan mengawasi rencana impor 3,7 juta ton garam industri. Luhut menyebut hal itu perlu dilakukan agar tidak ada penyelewengan oleh industri tertentu yang memesan garam.

    “Kami jaga jangan sampai garam industri itu masuk menjadi garam konsumsi,” kata Luhut usai menghadiri seminar di Gedung Badan Pengawas Keuangan RI, Jakarta, Senin, 19 Maret 2018.

    Baca: Impor Garam Industri, Darmin: Sudah Diteken PP-nya oleh Presiden

    Garam yang sudah diimpor nantinya akan didistribusikan dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan industri yang memesan. Luhut pun menyerahkan proses distribusi sekaligus pengawasan kepada Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

    “Paling mudah yang mengawasi Menperin (Airlangga) karena dia yang paling mengerti. Dia juga sedang mendata industri-industri itu butuh berapa,” ujar Luhut.

    Jika nanti ditemukan pelanggaran oleh industri pemesan garam, lanjut Luhut, Airlangga dapat melapor ke Kementerian Koordinator Perekonomian sebagai instansi yang menaunginya. Tindakan tegas harus diberlakukan kepada industri tersebut.

    Luhut pun mewanti-wanti industri yang memesan garam agar tidak disalahgunakan dengan dijual kembali.

    “Kamu industri lho hati-hati. Kamu kan bukan dagang garam industri. Kamu membikin produk kamu karena perlu garam. Kalo kamu bohong tak tindak,” ucap Luhut.

    Seperti diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meneken peraturan pemerintah yang memutuskan bahwa kuota garam industri impor 3,7 juta ton, sesuai dengan rekomendasi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

    Baca berita lainnya tentang Luhut di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.