IHSG Dibuka Menguat, Analis: Berpotensi Rebound

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG dibuka bergerak menguat pada pembukaan perdagangan di awal pekan ini, Senin, 19 Maret 2018. IHSG menguat 11,67 poin atau 0,21 persen ke posisi 6.315,98. Ada sebanyak 111 saham menguat. Sedangkan 48 saham diam di tempat dan 74 saham melemah.

    Menurut Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji, IHSG mengindikasikan adanya tren kenaikan, atau potensi rebound pada pergerakan indeks saham Senin pekan ini. "Kita harus optimis bahwa IHSG bisa berpotensi rebound, selama memiliki stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang baik," ujar Nafan saat dihubungi Tempo pada Senin, 19 Maret 2018.

    Simak: Pernyataan Menteri Darmin Picu Penguatan IHSG 

    Sejak pertengahan Februari, lanjutnya, IHSG masih memiliki area koreksi wajar dari yang paling dekat adalah 6293 dan yang terjauh adalah 6160. Adapun faktor dominan koreksi wajar IHSG adalah isu The Fed dalam menaikkan tingkat suku bunga acuan pada bulan ini. "Faktor dominan berikutnya adalah kebijakan proteksionisme Presiden AS Donald Trump yang sangat kontroversial dalam menaikkan tarif impor pada baja dan aluminium, sehingga memicu "perang dagang" denga negara-negara lain," ujarnya.

    Adapun sektor saham yang menguat antara lain infrastruktur yang naik 0,89 persen, perkebunan menguat 0,36 persen dan industri dasar naik 0,11 persen.

    Sektor saham yang tertekan antara lain aneka industri tergelincir 0,83 persen. Disusul sektor saham manufaktur IHSG merosot 0,44 persen dan sektor saham barang konsumsi tergelincir 0,39 persen.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.