Kemenkeu: 6,1 Juta Wajib Pajak Telah Lapor SPT

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2017. Twitter.com

    Presiden Jokowi mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Wajib Pajak Orang Pribadi Tahun 2017. Twitter.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat 6,1 juta wajib pajak telah menyampaikan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan (PPh) 2017 sampai dengan Jumat, 16 Maret 2018. 

    "Target kami sekitar 14 juta-an wajib pajak yang melapor. Kami harapkan ada 8 juta lagi yang akan memasukkan," kata Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan dalam acara Spectaxcular di Jakarta, Ahad, 18 Maret 2018.

    Simak: Isi SPT Online, Wajib Pajak Hanya Butuh 20 Menit

    Robert mengatakan, dari jumlah wajib pajak yang telah melapor SPT tersebut, sekitar 75 persen menyampaikan melalui fitur e-Filing pajak pribadi.

    Ia menambahkan, kepatuhan membayar pajak masyarakat meningkat dari tahun ke tahun. Kepatuhan pelaporan surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak penghasilan 2016 sebesar 73 persen.

    Robert memperkirakan pada 2018 sekitar 80 persen wajib pajak akan menyampaikan SPT tahunan pajak penghasilan. Jumlah wajib pajak orang pribadi keseluruhan yang wajib menyampaikan SPT sekitar 18 juta wajib pajak.

    "Jangan tunggu sampai tanggal 30 atau 31 Maret 2018," katanya.

    DJP menyediakan empat pilihan bagi wajib pajak yang akan melapor SPT. Pertama, e-Filing melalui laman DJP atau penyedia layanan SPT elektronik yang telah ditunjuk DJP.

    Kedua, wajib pajak dapat datang langsung ke kantor pelayanan pajak (KPP) atau kantor pelayanan penyuluhan dan konsultasi perpajakan (KP2KP).

    Ketiga, dikirim melalui pos tercatat ke KPP. Keempat, dikirim melalui jasa ekspedisi atau kurir ke KPP terdaftar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.