Cegah Pembobolan, BRI Blokir Transaksi Simpedes dari Luar Negeri

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi berjaga di kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Ngadiluwih Kediri saat sejumlah nasabah melapor kehilangan uang di rekening, dan memblokir rekening mereka, Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Hari Tri Wasono

    Polisi berjaga di kantor Bank Rakyat Indonesia Unit Ngadiluwih Kediri saat sejumlah nasabah melapor kehilangan uang di rekening, dan memblokir rekening mereka, Senin, 12 Maret 2018. Tempo/Hari Tri Wasono

    TEMPO.CO, Bandung - Sebagai bentuk pengamanan data nasabah agar tak disalahgunakan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memutuskan memblokir transaksi luar negeri untuk nasabah tabungan Simpedes. "Sudah diblokir, saya rasa sudah sejak pekan lalu," ujar Direktur Digital Banking dan TI BRI Indra Utoyo di Bandung, Sabtu, 17 Maret 2018.

    Indra menjelaskan, langkah itu diambil sebagai bentuk preventif perseroan menghindari terjadinya kembali kasus skimming data nasabah untuk digandakan, kemudian digunakan untuk transaksi di luar negeri. Salah satu pertimbangan yang diambil BRI antara lain nasabah Simpedes dominan melakukan transaksi di lingkup domestik.

    Baca: BI Minta Migrasi Kartu Chip di BRI Dipercepat

    Karena itu, BRI memutuskan mengatur agar transaksi nasabah Simpedes dari luar negeri secara otomatis ditolak oleh sistem. Hal ini dilakukan merespons puluhan nasabah BRI Cabang Kediri, Jawa Timur, yang melaporkan kehilangan uang di tabungannya. 

    Pihak kepolisian menduga duit yang raib itu disebabkan oleh praktik kejahatan menggandakan data nasabah dari kartu ATM atau skimming. Data ini yang kemudian digunakan untuk melakukan transaksi secara ilegal.

    BRI bersama dengan pihak berwajib menemukan transaksi tersebut dilakukan dari sejumlah negara di Eropa, seperti Jerman dan Spanyol. Pelaku dari kejahatan perbankan ini diindikasikan termasuk dalam jaringan kriminal perbankan internasional.

    Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto menyebutkan pihaknya telah meminta komitmen BRI menuntaskan kasus penyadapan data tersebut dan meningkatkan keamanan dalam sistem pembayaran untuk perlindungan konsumen. "Kita panggil bank. Memang itu terjadi beberapa skimming ke beberapa nasabah Simpedes. Dari BRI, komitmen untuk selidiki kasus itu," katanya, Jumat, 16 Maret 2018.

    Erwin menjelaskan, kasus skimming tersebut terjadi pada nasabah Simpedes yang menggunakan kartu debit dengan ketentuan saldo di bawah Rp 5 juta. Kartu debit BRI dengan saldo tersebut masih diperbolehkan menggunakan magnetic stripe.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Obat Sakit Perut Alami

    Berikut bahan alami yang kamu perlukan untuk membuat obat sakit perut alami di rumah.