Kapal Pesiar Dapat Berlabuh di Pelabuhan Gili Mas Mulai Mei 2019

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal Pesiar MV  Silver Discoverer bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, Jumat, 24 November 2017. Dokumen: Pemerintah Kabupaten Banyuwang

    Kapal Pesiar MV Silver Discoverer bersandar di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, Jumat, 24 November 2017. Dokumen: Pemerintah Kabupaten Banyuwang

    TEMPO.CO, Lombok – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kapal pesiar atau cruise mulai dapat berlabuh di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Mei 2019. Secara keseluruhan pembangunan Pelabuhan Gili Mas baru akan selesai pada tahun 2021. Kapal tersebut nantinya akan berlabuh di dermaga yang memiliki luas 440 meter.

    Baca: Turis Kapal Pesiar MV Costa Luminosa Antusias Belanja di Lombok

    "Progres pembangunannya kalau saya amati sesuai dengan rencana. Mandalika nantinya akan menjadi Bali kedua, jadi Gili Mas harus mempersiapkan diri dengan baik supaya nanti pada saat beroperasi bisa mengakomodir konektivitas dari dan ke pulau Lombok," kata Budi, Sabtu, 17 Maret 2017.

    Dengan adanya Pelabuhan Gili Mas tersebut, barang-barang yang diangkut melalui container dapat berjalan dengan baik. “Serta bisa membawa wisatawan ke Lombok," ucap dia.

    Budi menjelaskan keseluruhan luas area untuk pengembangan Pelabuhan Gili Mas sebesar 25 hektare, dengan rincian untuk dermaga penumpang seluas 10 hektare dan dermaga peti kemas seluas 15 hektare.

    Sedangkan pembangunannya sendiri dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu tahap pertama pematangan lahan, tahap kedua pembangunan dermaga sepanjang 440 meter, tahap ketiga pembangunan fasilitas pendukung dan pembangunan marina, tahap keempat pembangunan dari sisi operasional.

    Jika dilihat dari aspek legalitas, pembangunan Pelabuhan Gili Mas sudah memenuhi persyaratan karena telah memiliki izin, di antaranya izin lingkungan, izin pemanfaatan ruang, izin reklamasi serta rekomendasi keselamatan pelayaran.

    Simak artikel kapal pesiar lainnya di tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.