Saat Bos OJK Tak Puas Inggris Jadi Investor Terbesar ke-11 di RI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan sedang menyampaikan keynote speech di Forum Investor Inggris di London,  16 Maret 2018. (Sumber: OJK)

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan sedang menyampaikan keynote speech di Forum Investor Inggris di London, 16 Maret 2018. (Sumber: OJK)

    TEMPO.CO, London - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak sekitar seratus investor dari Inggris Raya untuk ambil bagian dalam investasi atau menambah investasinya di Indonesia melalui foreign direct investment maupun investasi portofolio di pasar modal. Ajakan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara The Indonesia Infrastructure Investment Forum 2018 di London, Inggris pada Jumat, 16 Maret 2018.

    Forum dengan topik Indonesia Infrastructure Project: Investment and Finance harus Opportunities itu dihadiri seratusan investor dari Inggris Raya untuk mendengar lebih detail kondisi Indonesia serta alternatif investasi yang tersedia untuk berinvestasi. Informasi seputar peluang investasi di Indonesia itu khususnya pada pembangunan infrastruktur.

    Baca: Fintech Patok Bunga Kredit Terlalu Tinggi, OJK: Ada Risiko Ini

    "Saya kurang puas dengan Inggris hanya di peringkat sebelas investasi terbesar di Indonesia, kalah dari Belanda yang di peringkat tujuh. Saya ingin Inggris berada di peringkat pertama," ucap Wimboh di hadapan tamu undangan. Wimboh menyampaikan bahwa Indonesia memiliki berbagai kelebihan dan keunikan yang menyimpan kesempatan besar bagi investor mancanegara, termasuk Inggris raya, untuk berinvestasi.

    Menurut Wimboh, ada enam alasan utama keuntungan berinvestasi di Indonesia. Pertama, kondisi Indonesia saat ini sangat solid. Sektor jasa keuangan juga tengah dalam kondisi sehat dan memiliki kapasitas untuk tumbuh.

    Kedua, semua lembaga pemeringkat global telah memperbaiki sovereign credit rating (peringkat utang) Indonesia, yang akhirnya menggiring Indonesia menyandang status investment grade alias layak investasi. Baru-baru ini, lembaga pemeringkat Jepang R & I juga meningkatkan peringkat Indonesia dari BBB minus dengan outlook positif menjadi BBB dengan outlook Stabil, menyusul Fitch and Japan Credit Rating Agency.

    Ketiga, indeks daya saing global Indonesia juga meningkat ke peringkat 36 tahun ini. Pada 2017, Indonesia berada di posisi ke-41 berdasarkan publikasi oleh World Economic Forum (WEF).

    Keempat, dalam laporan Ease of Doing Business 2018 di Bank Dunia, Indonesia naik 34 posisi ke posisi 72, dari posisi 91 pada 2017.

    Kelima, khususnya Indeks Infrastruktur Transportasi yang dikeluarkan oleh WEF, peringkat Indonesia juga meningkat sebagai hasil pembangunan infrastruktur masif, dari posisi ke-36 pada 2017 sampai 30 pada 2018.

    Kantor Berita US News baru baru ini juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi paling menarik kedua di dunia. Hal itu berdasarkan survei yang diikuti oleh 21.000 responden dari 80 negara.

    Wimboh mengatakan, OJK bersama dengan Pemerintah dan Bank Indonesia memiliki komitmen yang besar untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia. Otoritas juga menyediakan beragam instrumen keuangan untuk pembiayaan infrastruktur seperti sekuritisasi aset/future income, green bonds, perpetual bonds dan obligasi daerah. “Kami akan membuka pintu selebar lebarnya untuk menfasilitasi para investor yang ingin berinvestasi di Indonesia."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?