Antisipasi Naiknya Harga Pangan, Jokowi Minta Stok Beras Cukup

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek efektivitas kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan ketersediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, 4 Desember 2017. Sidak tersebut guna memastikan stok beras di akhir tahun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah melakukan antisipasi sejak dini untuk menghindari kenaikan harga bahan pangan menjelang bulan puasa dengan menyiapkan stok sejumlah komoditas. "Persiapannya adalah kita persiapkan stok mulai beras, bawang, cabe, daging, telor, ayam," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman ditemui di Jakarta pada Jumat, 16 Maret 2018.

    Pemerintah, dibawah koordinasi Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution, telah melakukan rapat koordinasi membahas upaya stabilisasi harga bahan pangan. Menteri Amran menjelaskan salah satu bahan pangan yang menjadi prioritas untuk stabilisasi harga dalam arahan Presiden Joko Widodo adalah komoditas beras.

    "Kami sudah bersama Pak Menteri Perdagangan(Enggartiasto Lukita), Ibu Menteri BUMN(Rini Soemarno), atas arahan Pak Menko Perekonomian, atas arahan Bapak Presiden Jokowi dan Pak Wapres JK, kita harus stabilkan harga dan melakukan persiapan lebih awal," kata Amran.

    Selain itu, Mentan menjelaskan stok pangan yang lain adalah ayam potong dan telur ayam berada pada posisi mencukupi dan stabil. Untuk ayam potong dan telur ayam, Amran menjelaskan Indonesia kembali mengekspor komoditas tersebut ke Jepang pada dua pekan mendatang.

    Selain itu, untuk komoditas bawang merah, Amran mengatakan Indonesia telah mengekspor ke enam negara dan komoditas jagung juga diekspor ke lima negara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.