Libur Nyepi, KAI Operasikan 5 Kereta Api Tambahan Mulai Hari Ini

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian baru kereta api Argo Parahyangan memasuki stasiun Bandung, Jawa Barat, 1 Maret 2018. PT KAI menambah perjalanan KA Argo Parahyangan dengan rangkaian baru tujuan Jakarta-Bandung (PP) sebanyak 22 perjalanan dengan kapasitas penumpang 400 tempat duduk per rangkaian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Rangkaian baru kereta api Argo Parahyangan memasuki stasiun Bandung, Jawa Barat, 1 Maret 2018. PT KAI menambah perjalanan KA Argo Parahyangan dengan rangkaian baru tujuan Jakarta-Bandung (PP) sebanyak 22 perjalanan dengan kapasitas penumpang 400 tempat duduk per rangkaian. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) hari ini mulai mengoperasionalkan kereta api (KA) tambahan untuk masa libur Nyepi.

    "Mulai Jumat, 16 Maret 2018, kami menjalankan KA Argo Lawu tambahan. Ini untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang yang ingin mudik atau berlibur," kata Kepala Suburusan Pelayanan Komersial Stasiun Solo Balapan Budi Arifin di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 15 Maret 2018.

    Baca juga: PT KAI: Tiket Sejumlah Kereta Api Tujuan Jawa Timur Habis Terjual

    Selain mengoperasikan KA Argo Lawu fakultatif, ucap Budi, PT KAI menjalankan KA Argo Dwipangga fakultatif pada Minggu, 18 Maret 2018, yang berkapasitas 450 kursi.

    "Kalau untuk KA Argo Dwipangga fakultatif, ini sudah beroperasi setiap hari Minggu. KA ini memang dijalankan jika diperlukan. Kebetulan permintaan tiket KA menuju Jakarta setiap hari Minggu memang selalu tinggi," ujarnya.

    Secara keseluruhan, tutur Budi, kereta api yang dioperasikan pada akhir minggu ini di antaranya KA Argo Dwipangga, Bima, Gajayana, Argo Lawu, dan Argo Lawu fakultatif dengan menerapkan tarif batas atas Rp 450 ribu per tiket.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.