Senin, 17 Desember 2018

Setelah Infrastruktur, Jokowi Fokus Investasi Sumber Daya Manusia

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berbincang dengan pimpinan proyek MRT saat meninjau proyek tersebut, di Jakarta, 7 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi berbincang dengan pimpinan proyek MRT saat meninjau proyek tersebut, di Jakarta, 7 Maret 2018. TEMPO/Subekti.

    TEMPO,CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo membuka rapat terbatas terkait investasi di bidang sumber daya manusia di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018. Menurut Jokowi, investasi SDM merupakan pekerjaan besar selanjutnya setelah infrastruktur.

    "Kami akan bergeser kepada pekerjaan besar kedua, yaitu investasi di bidang sumber daya manusia. Karena peningkatan kualitas SDM sangat menentukan sekali dalam berkompetisi dengan negara lain," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Baca:Jokowi Ingatkan Perbankan: Tidak Ambil Risiko, Mati Pelan-pelan

    Jokowi mengatakan, peningkatan kualitas SDM akan difokuskan pada pendidikan, mulai dari anak usia dini atau PAUD. Sebab, kata Jokowi, anak usia dini perlu pembentukan sebuah karakter. Selain itu, Jokowi menginstruksikan agar peningkatan akses dan kualitas pendidikan di sekolah dasar maupun menengah juga harus diperkuat dengan pendidikan karakter dan budi pekerti yang baik.

    Jokowi juga menekankan pentingnya vocational school, vocational training, politeknik. Juga konsep keterkaitan dan kesepadanan (Link and Match) antara industri dan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan politeknik-politeknik.

    Meski konsep tersebut sudah mulai dikerjakan oleh Menteri Perindustrian dan Menteri Tenaga Kerja, Jokowi menginginkan agar investasi bidang SDM bisa bergerak bersama-sama di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jokowi berharap, perubahan mendasar tersebut ada di lingkungan pondok pesantren.

    Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses pendidikan, Jokowi mengaku telah menantang para pelaku perbankan agar mengeluarkan kredit pendidikan atau student loan. Ia menyebutkan, Indonesia bisa mendorong student loan seperti yang dilakukan Amerika Serikat.

    "Saya mendapatkan laporan, di AS nominal outstanding seluruh kredit pendidikan telah melampaui total outstanding pinjaman kartu kredit. Untuk kartu kredit di Amerika US$ 800 miliar, tapi kredit pendidikan lebih besar yaitu US$ 1,3 triliun," ujarnya.

    Terakhir, Jokowi meminta agar rumusan kebijakan investasi di bidang SDM bisa selesai akhir bulan ini. "Sehingga nantinya dalam kebijakan anggaran bisa langsung masuk dan betul-betul ada perubahan besar dari investasi di bidang infrastruktur kemudian masuk ke pekerjaan besar berikutnya yaitu investasi di bidang SDM," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".