Jokowi Beri Pekerjaan Rumah untuk Perbankan: Kredit Pendidikan

Reporter:
Editor:

Martha Warta

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kanan) mengajukan pertanyaan kepada siswa saat penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan di Gor Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, 8 Maret 2018. Penerima KIP di wilayah Jawa Timur sebanyak 2,19 juta siswa. ANTARA/Zabur Karuru

    Presiden Jokowi (kanan) mengajukan pertanyaan kepada siswa saat penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan di Gor Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, 8 Maret 2018. Penerima KIP di wilayah Jawa Timur sebanyak 2,19 juta siswa. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO,CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta kepada para bankir untuk mengeluarkan produk finansial baru berupa kredit pendidikan atau student loan. "Saya ingin memberi pe-er (pekerjaan rumah) dengan yang namanya kredit pendidikan atau student loan," kata Jokowi dalam pertemuan dengan pimpinan bank umum di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018.

    Jokowi mengaku heran perbankan Indonesia tak memiliki produk kredit pendidikan. Padahal, kata dia, nilai nominal outstanding atau realisasi pembiayaan kredit pendidikan di Amerika Serikat telah melampaui total outstanding pinjaman kartu kredit. "Kaget saya membaca ini," katanya.

    Baca: Jokowi Ingatkan Perbankan: Tidak Ambil Risiko, Mati Pelan-pelan

    Jokowi menyebutkan, total pinjaman kartu kredit di AS mencapai US$ 800 miliar. Sedangkan total pinjaman kredit pendidikannya mencapai US$ 1,3 triliun.

    Menurut Jokowi, jika Indonesia memiliki produk kredit pendidikan, hal ini dapat mendorong perilaku konsumtif berpindah ke hal-hal yang bersifat produktif. "Dan memberikan nantinya nilai tambah kepada intelektualitas, visi kita ke depan yang sangat basic yaitu bidang pendidikan," ujarnya.

    Baca: Tiga Hal yang Ditekankan Jokowi demi Kesuksesan Asian Games 2018

    Karena itu, Jokowi berharap kredit pendidikan menjadi produk finansial baru bagi asuransi dan perbankan. Ia meminta kepada para pelaku perbankan menangkap peluang tersebut. "Tolong potensi-potensi inovasi seperti itu harus menjadi perhatian serius kita. Karena kalau tidak ambil nantinya, kalau tidak berinovasi, orang lain yang akan ambil. Itu pasti," kata dia. 

    Baca juga berita lainnya tentang Jokowi dari Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.