Senin, 17 Desember 2018

Menteri Pariwisata: Program 10 Bali Baru Dorong Pertumbuhan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan menikmati terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 27 November 2017. Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) optimistis mampu menyumbang pendapatan negara dari sektor pariwisata sebesar Rp20 miliar pada 2017, dari total penerimaan yang telah mencapai kisaran Rp 19 miliar. ANTARA FOTO

    Wisatawan menikmati terbitnya matahari di Kawasan Obyek Wisata Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 27 November 2017. Pengelola Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) optimistis mampu menyumbang pendapatan negara dari sektor pariwisata sebesar Rp20 miliar pada 2017, dari total penerimaan yang telah mencapai kisaran Rp 19 miliar. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui Bali masih menjadi primadona pariwisata sehingga kunjungan wisata hinga investasi di pulau itu berkembang amat pesat. “Kami akan dorong lewat program 10 Bali Baru yang mulai diberlakukan tahun 2018 ini,” ujar Arief di sela menghadiri Regional Investment Forum yang digelar Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM) di Yogyakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Program 10 Bali Baru ini merupakan program pemerintah dalam mendongkrak destinasi wisata lain di Indonesia yang tak kalah eksotis dengan berbagai perbaikan infrastruktur, layanan, hingga promo.

    Baca: Arief Yahya: Investasi Pariwisata Memang Kecil Untungnya, tapi...

    Program ini difokuskan pada 10 destinasi seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Candi Borobudur Jawa Tengah, Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Mandalika Nusa Tenggara Barat , Kepulauan Seribu, Morotai Maluku Utara, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Bromo Tengger Semeru di Jawa Timur dan Tanjung Lesung di Banten.

    Kemenpar mencatat saat ini jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia meningkat telah sebesar 22 persen. Dari total kunjungan wisatawan itu, Bali masih memegang kunjungan tertinggi sebesar 40 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara. “Kami menargetkan 17 juta wisatawan asing berkunjung ke Indonesia tahun 2018 ini melalui program ‘10 Bali Baru’ itu,” ujarnya.  

    Arief menuturkan, program 10 Bali Baru ini untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah yang memiliki destinasi favorit. DI Yogyakarta, misalnya, yang notabene masuk daerah pariwisata favorit, dari kunjungan wisatawannya tercatat hanya menyumbang satu persen dari total kunjungan wisatawan manca secara nasional. “Dari 14 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia hanya 1 persen saja di DIY, artinya hanya 125 ribu saja,” ujarnya.

    Rendahnya wisatawan manca di DIY setelah ditelusuri karena DIY belum punya bandara memadai. “Kalau wisatawan manca ke Yogya repot, harus keliling dulu 30 menit di atas karena bandaranya tak mendukung, maka dari itu adanya bandara baru di Kulon Progo akan menyelesaikan persoalan itu,” ujar Menteri Arief.

    Kementrian Pariwisata menargetkan paling tidak 2 juta wisatawan mancanegara bisa datang ke DIY dalam satu tahun saat bandara Kulon progo beroperasi 2019 nanti. Jika satu orang wisatawan asing saja menghabiskan sekitar US$ 1.000 saat berkunjung ke Yogya, maka selama setahun uang yang beredar di Yogya dan sekitarnya bisa mencapai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26  triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".