Kemenhub Usulkan Libur Lebaran Pegawai dan Anak Sekolah Berbeda

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan Cirebon, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Mendekati berakhirnya musim libur Lebaran para pemudik mulai memadati arus balik yang diprediksi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    Kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan Cirebon, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Mendekati berakhirnya musim libur Lebaran para pemudik mulai memadati arus balik yang diprediksi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang musim mudik 2018, pemerintah berencana mengatur libur Lebaran bagi pegawai dan pelajar. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiadi mengatakan pihaknya telah mengirim surat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

    Budi mengatakan surat itu berisi permintaan pemisahan libur sekolah dan pegawai. "Mungkin libur sekolah dulu, baru libur pegawai," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

    Simak pula: Evaluasi Mudik 2017, Menhub Beri Catatan untuk Bus dan Motor

    Budi mengatakan pembagian libur Lebaran itu bertujuan menghindari penumpukan pemudik pada tanggal tertentu di periode mudik 2018. Masyarakat diharapkan tak mudik bersamaan. Tak cuma terhadap arus mudik, dia mengatakan hal serupa dilakukan untuk arus balik.

    "Begitu pun arus balik, jangan pulang bersamaan, minimal mengambil waktu masing-masing. Mungkin kalau datangnya duluan, kembali ke Jakarta lebih dulu," ujarnya.

    Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, selain skema moda transportasi, skema waktu penting dipersiapkan dalam menghadapi musim mudik. Dia mengatakan libur Lebaran itu merupakan bagian skema waktu. "Dengan cara itu, kita akan memecah jumlah," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.