Senin, 24 September 2018

Hindari Kasus Seperti di BRI, Ini Tip Bertransaksi Aman di EDC

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas bank bersama kepolisian memeriksa dan menjelaskan keamanan melakukan transaksi di ATM  dikawasan Blok M, Jakarta, Selasa (26/1). Pihak kepolisian berhasil menangkap 5 orang pelaku pembobolan kartu ATM. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Petugas bank bersama kepolisian memeriksa dan menjelaskan keamanan melakukan transaksi di ATM dikawasan Blok M, Jakarta, Selasa (26/1). Pihak kepolisian berhasil menangkap 5 orang pelaku pembobolan kartu ATM. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Anggota Badan Pengawas Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Kresno Sediarsi memberi kiat bertransaksi aman dengan kartu Automated Teller Machine (ATM) di mesin Electronic Data Capture (EDC). Mesin EDC ini berfungsi menerima pembayaran dari pelanggan ke toko menggunakan kartu, baik itu kartu kredit maupun kartu debit.

    Kiat tersebut diberikan menyusul kasus raibnya dana nasabah Bank Rakyat Indonesia atau BRI Unit Ngadiluwih, di Kediri, Jawa Timur. Dana nasabah yang hilang itu diduga karena adanya praktik skimming.

    Seperti diketahui, mesin EDC menjadi salah satu objek yang rentan terkena praktik kejahatan skimming. "Pengamanan tentu harus dilakukan oleh kedua belah pihak, pemegang ATM dan juga penyedia fasilitas," ujar Kresno saat dihubungi Tempo pada Rabu, 14 Maret 2018.

    Baca: Uang Nasabah BRI Raib, YLKI: Bukti Lemahnya Sistem IT Perbankan

    Menurut Kresno, berikut panduan untuk pemegang ATM agar aman bertransaksi dengan mesin EDC. Pertama, jangan pernah membiarkan kartu ATM dan juga PIN-nya bisa dipegang atau dikuasai pihak lain dengan alasan apapun.

    Kedua, apabila bertransaksi di mesin ATM perhatikan apakah pada mesin ada benda-benda aneh. "Mungkin kamera atau skimmer, bekas lem, lubang slot kartu di mesin yg kelihatan tebal, berlapis atau berwarna beda. Bila ditemukan hal seperti itu hindari transaksi di mesin tersebut dan bila memungkinkan laporkan ke bank pemilik mesin ATM," ujar Kresno.

    Ketiga, ujar Kresno melanjutkan, bila bertransaksi di mesin EDC maka amati dan ikuti terus kartu. "Jangan sampai terlepas dari pengawasan anda," ujarnya.

    Sementara untuk penyedia fasilitas EDC, lanjut Kresno, perlu melengkapi mesinnya dengan standar pengamanan yang baik, seperti pengaman lobang slot kartu (biasanya berupa tambahan cover dari plastik transparan yang ada lampunya), keypad cover, serta selalu mengontrol kondisi mesin EDC dalam keadaan normal dan aman. "Juga menyediakan call center atau hot line untuk laporan emergency, " ujarnya.

    Menurut Direktur Digital Banking dan Teknologi Informasi PT Bank Rakyat indonesia Tbk. atau BRI Indra Utoyo, pihaknya telah melakukan sejumlah tindak pencegahan untuk menangkal kejahatan dengan metode skimming kartu. Salah satunya dengan menutup transaksi kartu debit ke beberapa negara yang diindikasi merupakan sarang kejahatan skimming.

    Indra menyarankan nasabah untuk mengantisipasi terjadinya skimming kartu debit dengan mengganti kode rahasia PIN secara berkala. Hal tersebut dilakukan sejalan dengan upaya bank mengamankan uang nasabah dengan memperbaiki sisi teknologi maupun kebijakan. "Kami selalu mengimbau nasabah agar mengganti PIN secara berkala," kata Indra, Rabu, 14 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep